Bisnis.com, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjaring dua kader Gerindra dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Tengah dan di Jawa Timur.
Kader Gerindra pertama yang terungkap pertama dalam operasi senyap itu adalah Wali Kota Madiun, Maidi. Dia diduga terlibat dalam kasus fee proyek dan pengelolaan dana CSR.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan Maidi termasuk dalam 15 orang yang diamankan, di mana 9 diantaranya dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan.
"Selanjutnya 9 orang diantaranya dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya Wali Kota Madiun," kata Budi saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).
Selain Maidi, kader Gerindra yang kena operasi oleh lembaga antirasuah ini adalah Bupati Pati Sudewo. Namun, KPK masih belum menjelaskan perkara yang menjerat Sudewo secara detail.
Sebab, kata Budi, saat ini penyelidik pada KPK masih melakukan giat di lapangan. Oleh sebab itu, dia meminta agar seluruh pihak bisa menunggu informasi lebih detail lebih lanjut.
"Nanti kami akan update secara lebih lengkap lagi pihak-pihak yang diamankan siapa saja, terkait dengan peristiwanya menyoal soal apa itu juga nanti kami akan update kembali untuk yang Pati," ujar Budi.
Profil Singkat
Maidi merupakan politikus Partai Gerindra yang lahir di Magetan, 12 Mei 1961. Dari rekam jejak pendidikan, dia merupakan lulusan IKIP Surabaya atau saat ini UNESA, UNMER Madiun, Universitas Satyagama Jakarta, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, dan Universitas Terbuka Surabaya.
Dari jejak karier, Maidi pernah menjadi guru di SMU 1 Madiun (1989-2002), Kepala Sekolah SMUN 2 Madiun (2002),
Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun (2002-2003), Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Madiun (2006-2009).
Setelah itu, dirinya menjabat sebagai Sekretaris Daerah (2009-2018), Wali Kota Madiun (2019-2024), dan terpilih kembali menjadi Wali Kota Madiun (2025-Sekarang).
Sementara itu, Sudewo merupakan pria kelahiran 11 Oktober 1968 di Pati. Dia menyelesaikan sekolah di SMAN 1 Pati periode 1985-1988.
Selanjutnya, dia meraih gelar sarjananya di Universitas Sebelas Maret dengan jurusan teknik sipil dan lulus pada 1993. Setelah itu, Sudewo melanjutkan pendidikannya di Undip dengan jurusan teknik pembangunan dan lulus pada 2001.
Kemudian, Sudewo memiliki karir cukup cemerlang menjadi PNS di Dinas PU di sejumlah wilayah seperti Jawa Timur, Bali, hingga akhirnya jadi pengusaha pada 2006.
Adapun, Sudewo sempat melenggang ke Senayan pada 2009-2013 melalui partai Demokrat. Selanjutnya, Sudewo menjadi anggota legislatif pada 2019-2024 lewat partai Gerindra.
Terakhir, Sudewo menjadi Bupati Pati usai terpilih dalam Pilkada 2024 dengan wakilnya Risma Ardhi Chandra.