Bisnis.com, SEMARANG — Salah satu serangan drone terbesar yang dilancarkan Ukraina ke arah wilayah Rusia, termasuk Moskow, dilaporkan telah menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai belasan warga lainnya.
Dilansir dari the Guardian, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa gelombang serangan sebanyak 600 drone yang dilancarkan oleh Ukraina telah menghantam 14 wilayah Rusia, termasuk semenanjung Krimea, Laut Hitam, dan Laut Azov. Akibat gelombang serangan ini, daerah di sekitar ibu kota disebut menjadi salah satu wilayah yang terkena dampak paling parah.
Gubernur wilayah Moskow Andrei Vorobyov mengonfirmasi seorang wanita yang telah tewas usai sebuah drone Ukraina yang menghantam sebuah rumah di Khimki, utara Moskow. Sementara itu, dilaporkan dua korban lainnya yang tewas di Desa Pogorelki di distrik Mytishchi.
Vorobyov juga menyebutkan bahwa gedung-gedung apartemen dan lokasi infrastruktur mengalami kerusakan akibat serangan drone tersebut. Kini tim penyelamat masih terus mencari korban lain di antara reruntuhan.
“Sejak pukul 3 pagi tadi, pasukan pertahanan udara telah memukul mundur serangan d rone skala besar di wilayah ibu kota,” ungkap Vorobyov, dikutip dari the Guardian, Senin (18/05/2026).
Di sisi lain, mengutip dari Al Jazeera, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengkonfirmasi serangan tersebut. Zelensky menyebut bahwa serangan itu menjadi tanggapan Ukraina terhadap serangan Rusia yang terus berlanjut terhadap kota-kota di Ukraina.
“Tanggapan kami terhadap perpanjangan perang oleh Rusia dan serangannya terhadap kota-kota dan komunitas kami sepenuhnya dibenarkan. Kali ini, kemampuan jarak jauh Ukraina mencapai wilayah Moskow, dan kami dengan jelas mengatakan kepada Rusia bahwa negara mereka harus mengakhiri perang ini,” tutur Zelensky, dikutip dari Al Jazeera.
Lebih lanjut, pejabat Ukraina mengatakan bahwa serangan Rusia masih terus berlanjut di beberapa wilayah di Ukraina, seperti di wilayah Kharkiv. Di wilayah ini, pasukan Rusia diketahui menargetkan 15 permukiman selama 24 jam terakhir, dan telah melukai sebanyak tujuh orang warga Ukraina.
Sebelumnya, diketahui bahwa serangan-serangan ini terjadi setelah Presiden Amerika Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin, mengisyaratkan bahwa perang mungkin akan segera berakhir. Pada pekan lalu, Trump menyebut bahwa Moskow dan Kyiv akan segera mencapai kesepakatan untuk menghentikan pertempuran.