Bisnis.com, JAKARTA — Ford Motor Co. membatalkan kontrak pasokan baterai senilai US$6,5 miliar dengan LG Energy Solution Ltd. setelah produsen otomotif asal Amerika Serikat itu memangkas ambisi bisnis kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Melansir Bloomberg pada Kamis (18/12/2025), LG Energy mengungkapkan dalam keterbukaan informasi kepada regulator di Seoul bahwa Ford telah menyampaikan pemberitahuan pembatalan pesanan tersebut pada Rabu waktu setempat.
LG Energy menjelaskan, nilai kontrak yang dibatalkan setara dengan lebih dari sepertiga total pendapatan LG perusahaan sepanjang tahun lalu.
LG Energy menjadi pihak terbaru yang terdampak dari pengetatan strategi Ford di segmen kendaraan listrik. Sebelumnya, Ford menyatakan akan mencatatkan beban biaya hingga US$19,5 miliar terkait bisnis EV dan membatalkan rencana produksi truk listrik seri F.
Selain itu, Ford juga memutuskan mengakhiri kerja sama usaha baterai di Amerika Serikat dengan unit baterai SK Innovation Co., yakni SK On.
Sentimen negatif langsung membebani pasar. Saham LG Energy anjlok hingga 7,6% di Bursa Korea, sementara saham induk usahanya, LG Chem Ltd., merosot 8,5%. Saham SK Innovation turut melemah 3,9%, seiring tekanan yang melanda emiten baterai lainnya.
Pengumuman Ford pekan ini menjadi salah satu dari dua sinyal besar bahwa era kendaraan listrik global memasuki fase yang lebih tidak pasti dan semakin kompetitif.
Komisi Eropa juga mulai melonggarkan jadwal paling agresif di dunia untuk menghentikan mesin pembakaran internal, dengan memberikan waktu tambahan bagi produsen dan konsumen untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin.
Sumber yang mengetahui masalah tersebut menyebutkan Ford sebenarnya telah mulai mengurangi pesanan dari pemasok baterai sejak tahun lalu, sebagai upaya menekan kerugian dari bisnis kendaraan listriknya.