Bisnis.com, JAKARTA – Langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukanrebalancingpada sejumlah indeks ternama memicu respons dari para pelaku pasar modal, terutama manajer investasi. Sejumlah pengelola dana investasi mengaku akan turut melakukanrebalancingterhadap portofolio mereka.
Chief Investment Officer Korea Investment Management (KIM) Indonesia Barkah Supriadi, menilai bahwa secara umum, perubahan konstituen ini akan memicurebalancingteknikal untuk menjaga relevansi portofolio yang mereka racik terhadap kebutuhan pasar.
Terutama terhadap reksa dana indeks dan ETF.Rebalancingyang terjadi terhadap LQ45, IDX30, atau IDX80 akan secara otomatis direplikasi oleh KIM guna mengurangitracking error.
“Masuknya saham berkapitalisasi pasar besar ke dalam LQ45 dan IDX80 akan memaksa MI pengelola ETF/indeks untuk segera melakukan penyesuaian,” katanya kepadaBisnis, Selasa (27/1/2026).
Data Pasar Dana menunjukkan, KIM memiliki sedikitnya 2 reksa dana yang mengacu kepada indeks Tanah Air, yaitu KISI IDX30 ETF dan KISI IDX Value 30 ETF.
Reksa dana KIM yang mengacu kepada indeks IDX30 memiliki eksposur yang cukup besar terhadap saham-saham perbankan, seperti BBCA, BBNI, atau BBRI. Selain itu, saham AMRT dan ASII turut masuk dalam daftar ini.
ITMG dan SMGR sebagai konstituen IDX30 yang dikeluarkan dari indeks, tidak masuk dalam 10top equity holdingKIM di reksa dana ini. Begitu juga dengan BUMI dan EMTK yang baru masuk dalam indeks tersebut.
Sementara terhadap reksa dana saham aktif, Barkah menilai bahwa manajer investasi dengan strategi aktif akan cenderung mengevaluasi prospek pertumbuhan saham-saham baru yang tergabung dalam indeks tersebut.
“Untuk reksa dana campuran, dampaknya mungkin tidak seagresif reksa dana saham murni karena adanya alokasi di instrumen pendapatan tetap dan pasar uang. Namun, perubahan ini tetap menjadi acuan dalam menyusun porsi ekuitas agar tetap kompetitif terhadap kinerja pasar secara keseluruhan,” katanya.
Meskipun begitu, Barkah tidak menerangkan secara rinci penilaian KIM terhadap saham-saham yang dikeluarkan dari indeks ternama Tanah Air, seperti ITMG, SMGR, ACES, AVIA, LSIP, atau PNBN.
Secara umum, terhadaprebalancingyang terjadi KIM akan tetap melakukan analisis fundamental yang mendalam terhadap saham-saham yang tercatat sebagai konstituen dalam portofolio reksa dana mereka. Artinya, KIM tidak sekadar mengikuti perubahan dalam daftar panjang indeks.
“Strategi KIM Indonesia akan tetap dinamis dengan mengkombinasikan saham-saham dalam indeks utama untuk likuiditas dan saham di luar indeks untuk optimalisasi imbal hasil,” katanya.
Senada, Direktur Panin Asset Management Rudiyanto juga menegaskan jika terdapatrebalancingpada IDX30, pihaknya akan segera menyesuaikan portofolio terhadap reksa dana Panin IDX-30.
Hanya saja, terhadap reksa dana selain indeks, aksirebalancingyang terjadi tidak serta merta membuat Panin untuk menyesuaikan portofolio reksa dana saham maupun campuran. Pihaknya lebih menekankan pada fundamental danstorydari saham tersebut.
“Kalau masuk dan keluarnya saham [dari portofoliio reksa dana], tergantung apakah saham tersebut valuasi,story, atau pertumbuhan laba bersihnya positif atau tidak. Jika tidak, belum tentu akan terlalu berdampak juga,” katanya kepadaBisnis,Selasa (27/1/2026).
Diberitakan sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) diketahui telah menetapkan perubahan konstituen sejumlah indeks utama, termasuk LQ45, IDX30, dan IDX80 untuk periode efektif pada 2 Februari sampai dengan 30 April 2026.
Dalam pengumuman teranyar, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) masuk ke indeks LQ45 menggantikan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES).
Sementara itu, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) bergabung ke IDX30 menggeser posisi PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG).
Di jajaran IDX80, nama-nama seperti SMGR, BREN, CUAN, dan HRTA masuk menggantikan posisi AVIA, LSIP, dan PNBN.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.