Bisnis.com, JAKARTA — Burkina Faso, Mali, dan Niger sepakat bekerja sama dengan Rusia untuk membangun satelittelekomunikasi pertama yang akan digunakan bersama di kawasan Sahel. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kedaulatan internet di Afrika.
Sahel adalah wilayah semi-gersang di Afrika yang membentang sebagai zona transisi antara Gurun Sahara di utara dan sabana Sudan yang lebih subur di selatan.
Wilayah ini terbentang dari Samudra Atlantik hingga Tanduk Afrika, meliputi negara-negara seperti Senegal, Mauritania, Mali, Burkina Faso, Niger, Nigeria, Chad, Sudan, Ethiopia, Eritrea, dan Somalia
Kerja sama ini menjadi langkah penting bagi Aliansi Negara-Negara Sahel (AES) untuk memperkuat kemampuan teknologi mereka sendiri. Di sisi lain, proyek ini juga menunjukkan semakin kuatnya peran Rusia di wilayah tersebut.
Rencana pembangunan satelit ini dibahas dalam pertemuan tingkat tinggi di Ouagadougou, Burkina Faso. Dalam pertemuan itu, pejabat Rusia dan Burkina Faso membicarakan rencana peluncuran satelit milik Rusia yang nantinya akan dimanfaatkan oleh negara-negara anggota AES.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Duta Besar Rusia untuk Burkina Faso Igor Martynov, Perdana Menteri Burkina Faso Jean Emmanuel Ouedraogo, serta kosmonaut Rusia Alexandre Gorbounov. Kehadiran Gorbounov menegaskan pentingnya kerja sama di bidang antariksa bagi kedua pihak.
Pembahasan tidak hanya soal peluncuran satelit, tetapi juga kerja sama lanjutan dalam teknologi antariksa. Melansir dari Business Insider Africa Sabtu (24/1/2026), Rusia menawarkan dukungan teknologi untuk membantu kebutuhan ekonomi dan keamanan di kawasan Sahel, seperti memperbaiki akses internet dan meningkatkan pengawasan wilayah.
Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan sebelumnya. Pada September 2024, para menteri dari Mali, Niger, dan Burkina Faso telah bertemu dengan Badan Antariksa Rusia (Roscosmos) untuk membahas proyek satelit bersama.
Proyek tersebut mencakup pembangunan satelit telekomunikasi dan satelit penginderaan jauh. Tujuannya antara lain untuk memperluas akses internet cepat, mengamankan komunikasi, serta memantau wilayah Sahel yang luas dan masih minim infrastruktur.
Bagi AES proyek satelit ini dinilai sangat penting karena dapat membantu meningkatkan kemandirian teknologi dan mengurangi ketergantungan pada pihak luar. Satelit ini diharapkan dapat menyediakan layanan internet, telepon, dan siaran ke daerah terpencil, serta membantu pengawasan perbatasan dan penanganan bencana.
Sementara itu, bagi Rusia, kerja sama ini memperkuat kepentingan jangka panjangnya di Afrika. Rusia menjadi negara pertama yang secara resmi mengakui Aliansi Negara-Negara Sahel, yang menunjukkan hubungan politik dan kerja sama yang erat di bidang keamanan dan diplomasi.
Keterlibatan Rusia juga menandai perubahan pengaruh di kawasan Sahel, terutama setelah berkurangnya peran negara-negara Barat menyusul penarikan pasukan Prancis dan sekutunya dalam beberapa tahun terakhir. (Nur Amalina)