Bisnis.com, JAKARTA — PT Leyand InternationalTbk. (LAPD) berencana menyusun jajaran manajemen baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Januari 2026.
Dalam rencana RUPSLB itu, Leyand International telah menunjuk beberapa nama yang akan mengisi posisi direktur dan komisaris. Melalui pengumuman ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (23/12/2025), susunan direksi dan komisaris baru perseroan yang akan dibahas dalam RUPSLB nanti adalah sebagai berikut:
Susunan Direksi:
- Direktur Utama: Jamal Abdul Nasir Bamadhaj
- Direktur: Kiran Raj
- Direktur: Hong Shieh Yung, Travis
- Direktur: Achmad Rifky
Susunan Komisaris:
- Komisaris Utama: Sayid Muhammad Riyadh
- Komisaris: Tan Siok Sing
- Komisaris Independen: Thauriq Anwar
Sebelum resmi dengan susunan direksi dan komisaris yang baru nanti, sebelumnya susunan direksi dan komisaris Leyand International adalah sebagai berikut:
Direksi:
- Direktur Utama: Bambang Rahardja Burhan
- Direktur: Yehezkiel Fulia
Komisaris:
- Komisaris Utama: Rustono Fulia
- Komisaris: Bobby Alianto
- Komisaris Independen: Frans Saul Noija
Seperti diketahui, Leyand International tengah membuka lembaran baru seiring dengan masuknya PT JSI Sinergi Mas sebagai pemegang saham pengendali baru. Hingga November 2025, JSI tercatat sebagai pemegang saham Leyand International (LAPD) dengan jumlah kepemilikan 2,02 miliar atau setara 51%.
Adapun dalam rencana aksinya, JSI sebagai pengendali baru berencana menjadikan perseroan sebagai wahana investasi strategis yang berkelanjutan.
Dalam hal ini, JSI berkomitmen untuk memperbaiki kinerja keuangan dan operasional Leyand International mulai dari konsolidasi manajemen, perbaikan struktur permodalan, hingga pengembangan bisnis baru di sektor energi dan pertambangan.
Sebelumnya, Direktur Utama LAPD Bambang Rahardja Burhan menyampaikan PT JSI Sinergi Mas tengah mengembangkan bisnis ke sektor energi dan pertambangan, termasuk silika. Hal itu membuat LAPD merancang berbagai strategi untuk melakukan sinergi bisnisnya.
“Rencana tersebut tentu saja membutuhkan permodalan yang kuat. Untuk itu, Leyand International berencana meracik aksi korporasi untuk memperkuat struktur permodalannya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (4/12/2025).
Bambang menjelaskan, saat ini skema dan detail rencana aksi korporasi tersebut masih dalam tahap penjajakan serta kajian internal oleh manajemen. Selain itu, perseroan juga perlu meminta persetujuan para pemegang saham, khususnya kepada JSI sebagai pemegang saham pengendali (PSP) baru LAPD.