Bisnis.com, JAKARTA — Industri penjaminan dinilai memegang peran penting dalam memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama bagi pelaku usaha yang layak secara bisnis tetapi belum memenuhi persyaratan perbankan.
Plt. Sekretaris Perusahaan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Agustinus Handoko mengatakan penjaminan berfungsi sebagai pengungkit (enabler) agar UMKM yang selama ini tergolong feasible but not bankable dapat memperoleh kredit dari perbankan. Dengan adanya penjaminan, risiko kredit menjadi lebih terukur sehingga meningkatkan keberanian bank dalam menyalurkan pembiayaan.
“Penjaminan juga mendorong inklusi keuangan, mempercepat pertumbuhan UMKM, serta memperkuat struktur ekonomi nasional karena UMKM merupakan tulang punggung ekonomi,” ujar Handoko, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, Jamkrindo terus melakukan sejumlah langkah untuk memperluas jangkauan pembiayaan bagi UMKM. Di antaranya melalui perluasan cakupan penjaminan baik lewat program pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun skema komersial.
Selain itu, perseroan juga mendorong digitalisasi proses penjaminan agar lebih cepat dan terintegrasi dengan sistem perbankan. Kolaborasi aktif dengan bank juga dilakukan, termasuk memberikan pemahaman bahwa UMKM yang dijamin memiliki profil risiko yang lebih terkelola.
Upaya lain yang ditempuh adalah peningkatan literasi serta pendampingan UMKM agar lebih siap secara administrasi dan finansial dalam mengakses kredit. Jamkrindo juga mengembangkan produk penjaminan yang lebih inovatif sesuai kebutuhan sektor usaha yang beragam.
Handoko menambahkan, untuk memperluas jangkauan industri penjaminan, dibutuhkan ekosistem yang terintegrasi antara penjamin, perbankan, perusahaan teknologi finansial (fintech), dan pemerintah. Dukungan regulasi yang adaptif, termasuk kemudahan akses data UMKM dan skema berbagi risiko, juga dinilai krusial.
“Selain itu, penguatan infrastruktur digital dan peningkatan literasi keuangan UMKM menjadi faktor penting agar penjaminan dapat menjangkau pelaku usaha hingga ke daerah,” katanya.
Dalam konteks sinergi dengan lembaga keuangan, Jamkrindo juga menjalin kerja sama dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) untuk penjaminan kredit UMKM. Skema ini memberikan manfaat ganda, yakni mitigasi risiko bagi BPR sekaligus memperluas portofolio penjaminan bagi Jamkrindo.
Salah satu contoh kerja sama tersebut adalah dengan BPR Indra Candra dalam penjaminan Kredit Usaha Rakyat sejak 2022. Agustinus menyebutkan, hingga saat ini portofolio penjaminan dalam kerja sama tersebut tetap terjaga dengan baik dan belum terdapat pengajuan klaim