Bisnis.com, JAKARTA — Emiten sawit milik Wishnu Wardhana PT Teladan Prima Agro Tbk. (TLDN) melaksanakan groundbreaking pembangunan pabrik kernel crushing plant (KCP) dan biogas power plant (BPP) di Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin, 26 Januari 2026.
Manajemen TLDN menjelaskan aksi korporasi ini merupakan upaya perusahaan dalam optimalisasi sumber daya melalui KCP dan implementasi praktik keberlanjutan dengan BPP.
Proyek hilirisasi dan energi terbarukan tersebut merupakan pabrik KCP dan BPP kedua TLDN, setelah sebelumnya pada akhir tahun 2024 KCP dan BPP pertama beroperasi di Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Menurut manajemen, keberhasilan TLDN mengoperasikan KCP & BPP pertama, mendorong perusahaan untuk kembali melakukan ekspansi dalam pembangunan pabrik yang mempunyai manfaat luas dalam penerapan circular economy ini.
Adapun KCP TLDN mengolah palm kernel (PK) menjadi crude palm kernel oil (CPKO) dan palm kernel expeller (PKE), yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk kelapa sawit perusahaan.
Pada periode Januari-September 2025, perusahaan telah melaporkan produksi CPKO di KCP pertama TPA sebesar 8.859 ton, realisasi selama periode sembilan bulan di tahun lalu lalu itu bahkan telah melampaui produksi CPKO pada keseluruhan tahun sebelumnya sebesar 5.262 ton.
TLDN juga menjelaskan sebagai perusahaan agribisnis modern, manajemen juga harus memberikan langkah konkret terhadap penerapan aspek-aspek keberlanjutan. TLDN menuturkan telah mengolah limbah cair atau palm oil mill effluent (POME) menjadi biogas melalui fasilitas BPP, sehingga mampu mengurangi emisi gas metana sekaligus menyediakan energi terbarukan untuk mendukung operasional perusahaan.
POME yang digunakan sebagai bahan baku energi bersih BPP bersumber dari limbah di pabrik pengolahan kelapa sawit yang berada di wilayah sama. Kemudian, listrik yang dihasilkan dari BPP digunakan untuk operasional pabrik di TPA, serta disalurkan kepada permukiman karyawan di dalam unit operasional.
Manajemen TLDN mengungkapkan inisiatif-inisiatif ini tidak hanya mengurangi limbah dan emisi, tetapi juga mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya terkait penurunan emisi gas rumah kaca (GRK).
“Dengan menerapkan praktik circular economy secara menyeluruh, TLDN mengambil langkah signifikan dalam kontribusi aktif untuk menciptakan ekosistem industri kelapa sawit yang regeneratif, tangguh, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran TLDN dalam menghadapi tantangan perubahan iklim,” tutur manajemen TLDN.
________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.