Presiden Prabowo disambut langsung oleh Hussein bin Abdullah II, Putra Mahkota Yordania sekaligus putra sulung Raja Yordania Abdullah II dan Rania Al Abdullah. [1,199] url asal
Bisnis.com, AMMAN — Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Yordania menandai momen simbolik sekaligus strategis bahwa Yordania menjadi negara Muslim pertama yang dikunjungi Kepala Negara pada bulan suci Ramadan 2026.
Namun, di balik agenda kenegaraan dan potensi kerja sama ekonomi, terdapat dimensi yang lebih personal dan historis—persahabatan panjang Prabowo dengan Abdullah II of Jordan.
Relasi keduanya bukan sekadar hubungan kepala negara, melainkan ikatan yang telah terjalin sejak masa muda sebagai prajurit. Kunjungan ini juga merupakan kunjungan balasan setelah Raja Abdullah II lebih dahulu bertandang ke Jakarta pada November 2025.
Sejumlah sumber diplomatik menegaskan bahwa lawatan Prabowo ke Amman bukan agenda mendadak. Kunjungan ini telah masuk dalam kalender diplomasi kedua negara sejak Raja Abdullah II melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 14–15 November 2025.
Kala itu, Prabowo menjemput langsung sang Raja di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. Keduanya berpelukan hangat di bawah tangga pesawat kenegaraan Yordania, sebuah momen yang menjadi simbol kuat persahabatan personal sekaligus hubungan bilateral yang kian erat.
Bahkan, pemerintah Indonesia mengawal pesawat Raja Abdullah II dengan jet tempur F-16 sejak memasuki wilayah udara nasional. Prosesi penyambutan kenegaraan di Istana Merdeka berlangsung khidmat dan penuh kehormatan, termasuk penganugerahan tanda jasa bergengsi The Bejeweled Grand Cordon of Al-Nahda (Order of the Renaissance) kepada Presiden Prabowo.
Dengan demikian, kehadiran Prabowo di Amman pada Februari 2026 dapat dipandang sebagai tindak lanjut dan penguatan komitmen bilateral yang telah dirintis dalam rangkaian pertemuan sebelumnya—termasuk kunjungan kenegaraan Prabowo ke Amman pada April 2025.
Persahabatan Sejak Fort Benning
Hubungan Prabowo dan Raja Abdullah II memiliki akar panjang. Keduanya pernah mengenyam pendidikan militer di Fort Benning, Amerika Serikat, pada era 1980–1990-an. Persahabatan itu berlanjut ketika Prabowo menjabat Komandan Kopassus pada 1995.
Setelah peristiwa reformasi 1998, Prabowo bahkan pernah diterima di Yordania oleh Raja Hussein—ayah Abdullah II—dan oleh Abdullah II sendiri yang kala itu masih menjadi Pangeran. Sejak saat itu, hubungan personal keduanya semakin kokoh.
Dalam kunjungan kenegaraan di Istana Al Husseiniya pada April 2025, Prabowo secara terbuka menyebut Raja Abdullah II sebagai “sahabat lama sejak muda.” Abdullah II pun membalas dengan nada serupa, menyebut persahabatan mereka sebagai sesuatu yang “tidak pernah dilupakan.”
Relasi personal semacam ini dalam diplomasi internasional sering kali menjadi jembatan untuk mempercepat kesepahaman. Dalam konteks Indonesia–Yordania, kedekatan itu terbukti mempermudah koordinasi di berbagai isu strategis, khususnya Palestina.
Kedatangan Prabowo bertepatan dengan Ramadan…
Ramadan di Amman: Diplomasi dalam Nuansa Spiritual
Kedatangan Prabowo bertepatan dengan Ramadan, bulan suci bagi umat Islam. Di Amman, suasana Ramadan terasa kental.
Menurut pantauan Bisnis, jalanan kosong dan lenggang lantaran masyarakat berbondong-bondong memenuhi masjid-masjid dengan jamaah tarawih lengkap dengan lampu-lampu hias menyala di pusat kota, serta tradisi buka puasa bersama menjadi ruang sosial sekaligus spiritual yang kuat.
Tak hanya itu, saat siang hari tidak terlihat ada masyarakat yang mengonsumsi makanan dan minuman di jalan-jalan raya guna menghormati sesama Muslim dalam menyambut Ramadan.
Ramadan di Yordania juga memiliki dimensi politik dan kemanusiaan. Isu Palestina—yang berbatasan langsung dengan Yordania—selalu menjadi pembahasan utama, terlebih dalam situasi konflik Gaza yang belum sepenuhnya stabil.
Momentum Ramadan memberi makna tambahan bagi kunjungan ini. Diplomasi yang dilakukan dalam bulan suci sering kali mengedepankan pesan solidaritas, keadilan, dan perdamaian. Indonesia dan Yordania sama-sama menempatkan isu Palestina sebagai prioritas moral dan politik luar negeri.
Baik Indonesia maupun Yordania merupakan anggota Dewan Perdamaian Internasional…
Poros Perdamaian: Indonesia–Yordania di Board of Peace
Baik Indonesia maupun Yordania merupakan anggota Dewan Perdamaian Internasional (Board of Peace/BOP). Dalam forum tersebut, kedua negara memiliki posisi strategis.
Yordania memainkan peran kunci sebagai negara yang memiliki hubungan langsung dengan Palestina, termasuk pengelolaan situs suci di Yerusalem. Sementara Indonesia, sebagai negara Muslim terbesar di dunia, membawa legitimasi moral dan politik global dalam advokasi solusi dua negara.
Pada pertemuan BOP sebelumnya di Washington D.C., Prabowo menjadi satu-satunya kepala negara yang melakukan pertemuan bilateral langsung dengan Presiden AS. Indonesia juga diminta untuk berpartisipasi dalam International Stabilization Force (ISF) di Gaza—sebuah langkah yang menunjukkan kepercayaan internasional terhadap peran Indonesia.
Dalam konteks ini, sinergi Indonesia–Yordania di BOP berpotensi memperkuat dorongan diplomatik menuju stabilitas kawasan. Yordania menyediakan kedekatan geografis dan jaringan regional, sementara Indonesia memperkuat dukungan global Selatan (Global South).
Meski sorotan publik tertuju pada dimensi politik dan kemanusiaan…
Kerja Sama Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Meski sorotan publik tertuju pada dimensi politik dan kemanusiaan, aspek ekonomi juga tak kalah penting.
Dalam kunjungan April 2025, kedua negara menandatangani sejumlah MoU mencakup pertahanan, pertanian, pendidikan, dan keagamaan. Prabowo secara khusus menyatakan ketertarikan Indonesia belajar teknologi pertanian Yordania, terutama dalam pengelolaan lahan kering.
Yordania dikenal memiliki inovasi irigasi dan teknologi pertanian presisi di wilayah semi-arid. Bagi Indonesia yang tengah memperkuat ketahanan pangan, kerja sama ini relevan.
Di sisi lain, Indonesia menawarkan pasar besar dan potensi investasi di sektor industri halal, farmasi, serta pendidikan tinggi Islam. Kolaborasi pesantren dan lembaga pendidikan agama juga menjadi jalur diplomasi lunak (soft diplomacy) yang potensial.
Terakhir, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menyebut nilai total potensi investasi antara Indonesia dan Yordania diperkirakan menembus lebih dari US$1,5 miliar sekitar Rp25,25 triliun setelah pertemuan antara Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan Raja Yordania Abdullah II ibn Al Hussein di Jakarta, Sabtu (15/11/2025).
Pria yang juga menjabat sekaligus CEO BPI Danantara itu mengatakan Pemerintah Yordania secara langsung menawarkan tiga proyek strategis dengan nilai investasi jumbo.
“Tawaran investasi itu mencakup pipanisasi gas senilai kurang lebih US$1 miliar, kemudian proyek jalan tol sekitar US$300 juta, dan satu lagi di sektor logistik,” ujar Rosan usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto mengantar kepulangan Raja Abdullah II di Lanud Halim Perdanakusuma.
Meskipun angka untuk sektor logistik belum diungkapkan secara resmi, tetapi nilai dua proyek utama saja sudah mencapai US$1,3 miliar, sehingga total potensi kerja sama diperkirakan dapat melampaui US$1,5 miliar setelah memasukkan estimasi awal untuk bidang logistik.
Fakta bahwa Yordania menjadi negara Muslim pertama..
Dimensi Simbolik: Negara Muslim Pertama di Ramadan
Fakta bahwa Yordania menjadi negara Muslim pertama yang dikunjungi Prabowo pada Ramadan 2026 bukan tanpa makna. Secara simbolik, ini menegaskan prioritas diplomasi Indonesia di dunia Islam.
Indonesia dan Yordania memiliki kesamaan posisi: keduanya negara moderat, pro-solusi dua negara, dan aktif mendorong stabilitas regional. Dalam konteks geopolitik Timur Tengah yang kompleks, poros Jakarta–Amman bisa menjadi penyeimbang antara blok-blok besar.
Dalam politik internasional modern, kedekatan personal antar pemimpin sering kali menjadi katalis keputusan cepat. Persahabatan Prabowo–Abdullah II memberi keunggulan tersendiri bagi Indonesia.
Saat Raja Abdullah II berkunjung ke Jakarta, keduanya bahkan melakukan pertemuan empat mata tanpa delegasi. “Kami hanya berdua,” ujar Prabowo kala itu. Format tertutup seperti ini menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi.
Kepercayaan inilah yang memungkinkan pembahasan isu sensitif—dari Palestina hingga stabilitas kawasan—dibicarakan secara jujur dan strategis.
Termasuk kali ini, “Prabowo Berlabuh ke Yordania” bukan sekadar judul kunjungan kenegaraan. Ia adalah bab baru dalam kisah panjang dua sahabat yang kini memimpin negara masing-masing.
Di tengah suasana Ramadan, Amman menjadi panggung diplomasi yang sarat makna: spiritual, politik, dan strategis. Indonesia dan Yordania, melalui relasi personal dan visi bersama, menempatkan diri sebagai poros moderasi dan perdamaian di dunia Islam.
Kunjungan ini menegaskan bahwa diplomasi bukan hanya soal angka perdagangan atau nota kesepahaman, tetapi juga tentang kepercayaan, persahabatan, dan komitmen bersama untuk masa depan yang lebih damai—bagi Palestina, bagi kawasan, dan bagi dunia.
Presiden Prabowo disambut langsung oleh Hussein bin Abdullah II, Putra Mahkota Yordania sekaligus putra sulung Raja Yordania Abdullah II dan Rania Al Abdullah. [583] url asal
Bisnis.com, AMMAN — Presiden Prabowo Subianto tiba di Amman, Kerajaan Hasyimiyah Yordania, Selasa (24/2/2026), dalam rangka kunjungan kerja yang berfokus pada penguatan hubungan bilateral dan pembahasan implementasi Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BOP).
Menurut pantauan Bisnis, pesawat yang membawa Kepala Negara mendarat sekitar pukul 19.53 waktu setempat atau 23.53 WIB di Amman City Airport.
Pesawat orang nomor satu di Indonesia itu pun dikawal oleh dua jet tempur F-16 sebelum mendarat di Lapangan Udara (Lanud) Marka, Yordania.
Setibanya di Yordania, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Hussein bin Abdullah II, Putra Mahkota Yordania sekaligus putra sulung dari Raja Yordania Abdullah II dan Rania Al Abdullah.
Setelah turun pesawat, Presiden juga bersalaman dengan para pejabat penyambut, mulai dari Y.M. Yarub Qudah, Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Perbekalan Yordania (selaku Escort of Honour).
Lalu, ada Duta Besar RI untuk Kerajaan Yordania Hasyimiah, Y.M. Ade Padmo Sarwono, Atase Pertahanan RI untuk Kerajaan Yordania Hasyimiah, Kolonel Laut (P) Dafris D. Syahruddin.
Kemudian Kepala negara bersama Putra Mahkota dan Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Perbekalan Yordania berjalan menuju rangkaian dengan melewati jejer kehormatan sebanyak 13 pasang pasukan
Setelah itu, orang nomor satu di Indonesia itu beserta rombongan kemudian menuju hotel untuk beristirahat.
Dalam lawatan ini, Presiden Prabowo didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, yakni Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Luar Negeri RI Sugiono, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
Kehadiran jajaran menteri tersebut mencerminkan spektrum pembahasan yang luas, mulai dari isu energi, diplomasi, hingga kerja sama strategis lintas sektor. Salah satu agenda utama pertemuan Presiden Prabowo dengan Raja Abdullah II adalah pembahasan implementasi BOP atau dewan perdamaian internasional yang difokuskan pada stabilisasi Gaza.
Hal itu sejalan dengan Indonesia yang resmi menyepakati partisipasi dalam BOP pada pertemuan di Davos, Swiss, 22 Januari 2026. Saat itu, Presiden Prabowo menyatakan bahwa forum tersebut merupakan peluang nyata bagi Indonesia untuk berkontribusi dalam upaya kemerdekaan Palestina melalui jalur diplomatik dan stabilisasi kawasan.
Tindak lanjut komitmen tersebut berlanjut dalam rapat perdana BOP di Washington DC pada 19 Februari 2026. Dalam forum itu, Presiden Prabowo menyaksikan bahwa Indonesia ditunjuk sebagai Deputy Commander BOP.
Indonesia juga menyatakan kesiapan menyiapkan 8.000 pasukan perdamaian untuk mendukung misi stabilisasi, meski waktu pengiriman pasukan masih menunggu keputusan bersama dan perkembangan situasi di lapangan. Secara keseluruhan, terdapat 25 negara yang tergabung dalam BOP, termasuk Indonesia dan Yordania.
Hubungan Intens Dua Tahun Terakhir
Hubungan Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II terjalin intens sejak Prabowo menjabat Presiden. Pada April 2025, keduanya bertemu di Yordania dan membahas kerja sama sektor agrikultur.
Presiden Prabowo saat itu menyatakan ketertarikannya mempelajari konsep pertanian Yordania, khususnya pengelolaan lahan kering dan teknologi irigasi di wilayah semi-arid.
Pertemuan kembali berlangsung pada November 2025 di Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, kedua negara membahas kerja sama sektoral mencakup bisnis pertambangan, industri, produk halal, pertahanan, keamanan siber, hingga upaya memerangi ekstremisme.
Selain itu, ditandatangani sejumlah nota kesepahaman terkait peningkatan kualitas pendidikan, sains dan teknologi, serta kesehatan.
Negara Muslim Pertama yang Didatangi saat Ramadan
Kunjungan Presiden Prabowo kali ini juga bertepatan dengan bulan suci Ramadan, memberi nuansa simbolik pada diplomasi kedua negara yang sama-sama memiliki peran penting di dunia Islam.
Terlebih, Yordania menjadi Negara muslim pertama yang didatangi oleh Presiden Prabowo saat Ramadan 2026.
Pertemuan bilateral dan jamuan buka puasa di Istana Al-Husseiniya dipandang sebagai momentum mempererat solidaritas serta memperkuat koordinasi Indonesia–Yordania dalam mendorong stabilitas kawasan dan perjuangan kemerdekaan Palestina melalui jalur diplomasi internasional.
Lawatan ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai aktor aktif dalam arsitektur perdamaian global, dengan Yordania sebagai mitra strategis di kawasan Timur Tengah.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56