Bisnis.com, JAKARTA — NASA secara resmi mengizinkan para astronaut untuk membawa smartphone pribadi dalam misi luar angkasa berawak. Kebijakan ini akan mulai diimplementasikan pada misi Crew-12 dan misi orbit bulan Artemis II.
Penerapan aturan itu dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Februari 2026 untuk misi Crew-12 menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Sementara untuk misi Artemis II diharapkan mulai mengadopsi aturan ini pada peluncuran Maret 2026.
Administrator NASA Jared Isaacman mengonfirmasi bahwa kru akan diizinkan membawa perangkat modern guna mendukung dokumentasi misi. NASA menilai perangkat seluler mampu memberikan fleksibilitas lebih bagi kru untuk mengabadikan momen penting.
“Kami memberikan alat kepada kru kami untuk menangkap momen spesial bagi keluarga mereka dan berbagi gambar serta video yang menginspirasi dengan dunia,” kata Isaacman dalam unggahan di platform X dikutip Senin, (9/02/2026).
Kebijakan tersebut mencerminkan pergeseran strategi NASA dalam mengadopsi perangkat keras konsumen modern di luar atmosfer Bumi. Sebelumnya, astronaut sangat bergantung pada kamera khusus seperti Nikon DSLR dan GoPro yang disediakan oleh NASA.
Pihak manajemen NASA menyatakan bahwa urgensi operasional menjadi alasan utama di balik percepatan persetujuan perangkat keras ini. Agensi berupaya menantang proses kualifikasi lama yang dinilai terlalu memakan waktu untuk teknologi modern.
Percepatan kualifikasi perangkat ini diharapkan dapat melayani kepentingan sains dan penelitian bernilai tinggi di orbit serta permukaan bulan. NASA memandang kesiapan perangkat keras yang kapabel lebih krusial dibandingkan kepatuhan ketat pada prosedur warisan.
Secara teknis, ponsel pintar modern seperti iPhone atau flagship Samsung menawarkan keunggulan melalui integrasi sensor canggih, stabilisasi gambar, dan lensa ultra-wide. Fitur-fitur tersebut tersedia dalam satu perangkat ringkas yang sudah sangat dikuasai oleh para astronaut.
Keluasan fungsi ini memungkinkan kru menangkap momen spontan tanpa mengganggu jadwal tugas misi yang padat. Penggunaan perangkat yang sudah sehari-hari dipakai juga mengurangi ketergantungan pada peralatan khusus yang lebih berat dan rumit.
Meskipun ponsel pintar pernah mencapai ruang angkasa dalam misi komersial, ini merupakan pertama kalinya perangkat pribadi disetujui untuk misi resmi pemerintah. Hal ini memberikan dimensi baru bagi dokumentasi misi utama NASA di masa depan.
Misi Artemis II diproyeksikan menjadi saksi sejarah pengambilan gambar orbit bulan pertama menggunakan smartphone. Proyek ini merupakan misi berawak pertama ke bulan sejak berakhirnya program Apollo 17 pada 1972.
Implementasi kebijakan ini diprediksi akan meningkatkan volume konten informasi dan pembaruan visual dari ruang angkasa secara signifikan. Kondisi tersebut berpotensi menjadikan misi mendatang sebagai ekspedisi yang paling terdokumentasi dalam sejarah.
Kendati demikian, NASA menegaskan bahwa aturan keselamatan misi tetap berlaku secara ketat terhadap penggunaan perangkat personal tersebut. Agensi belum merinci batasan spesifik, namun integritas operasional tetap menjadi prioritas utama di atas konten pribadi.