Bisnis.com, PALEMBANG — Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Sumatra Selatan pada awal tahun 2026 menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Hal itu dinilai sebagai angin segar bagi perekonomian masyarakat di sentra perkebunan.
Plt Kepala Dinas Perkebunan Sumatra Selatan (Sumsel) Ichwansyah menjelaskan bahwa tren positif tersebut merupakan hasil kombinasi faktor global dan penguatan tata kelola harga di tingkat daerah.
“Harga pembelian [TBS] produksi pekebun terus merangkak naik, menembus angka psikologis baru,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, penguatan harga crude palm oil (CPO) di pasar global, khususnya bursa Malaysia dan Rotterdam, menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga TBS di tingkat petani.
Selain itu, kebijakan hilirisasi nasional melalui penguatan mandatori biodiesel dan pengembangan bioavtur juga ikut menyerap pasokan CPO domestik secara signifikan, sehingga menjaga harga tetap tinggi.
Ichwansyah menuturkan, untuk tingkat regional, stabilitas harga juga didukung oleh terjaganya Indeks K pada level optimal, yakni di atas 92%.
“Ini menunjukkan efisiensi biaya operasional pabrik semakin baik. Di sisi lain, kualitas TBS petani juga meningkat karena semakin banyak yang menerapkan praktik budidaya yang baik atau good agricultural practices,” katanya.
Dia menambahkan, kenaikan harga TBS ini membawa dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani, khususnya di wilayah sentra sawit seperti Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir.
Daya beli masyarakat perdesaan disebut mengalami peningkatan nyata seiring naiknya pendapatan petani sawit. Tidak hanya itu, efek berantai dari pertumbuhan sektor perkebunan juga mulai dirasakan oleh sektor penunjang lain, seperti jasa transportasi, bengkel kendaraan niaga, hingga perdagangan retail di wilayah sentra produksi.
“Kenaikan harga ini memberikan multiplier effect bagi ekonomi daerah. Aktivitas usaha di sekitar sentra sawit ikut bergerak,” imbuhnya.
Meski demikian, Ichwansyah mengingatkan seluruh pihak untuk tetap waspada terhadap potensi fluktuasi harga di masa mendatang.
Petani diminta memanfaatkan momentum harga tinggi ini, untuk memperkuat pemeliharaan kebun dan pemupukan agar produktivitas tetap terjaga.
“Kami juga terus mengawasi agar seluruh PKS mematuhi harga ketetapan yang telah ditetapkan pemerintah provinsi, sehingga petani tetap mendapatkan harga yang adil,” pungkasnya.
| Harga TBS Sawit Sumatra Selatan (per Kg |
|---|
| Bulan | Periode I | Periode II |
|---|
Januari | Rp3.390,24 | Rp3.451,33 |
Februari | Rp3.559,97 | Rp3.569,20 |
Maret | Rp3.517,04 | Rp3.723,80 |
April | Rp3.929,46 | - |
| | |
| | |