*Viral Tren “Date Cancelled” di Media Sosial, Warganet Ramai Bahas Red Flag Hubungan*
Angel Rinella
Bisnis.com, JAKARTA — Tren “date cancelled” tengah viral di media sosial X dan Threads setelah banyak warganet membagikan alasan unik hingga lucu saat membatalkan kencan.
Tren tersebut ramai dibahas karena dianggap dekat dengan pengalaman anak muda yang sedang menjalani hubungan, masa pendekatan, hingga mencari pasangan di era media sosial.
Tren ini ditulis dengan format sederhana, yakni kalimat “date cancelled” lalu diikuti alasan yang dianggap sebagai tanda tidak cocok atau red flag dari pasangan. Banyak pengguna media sosial kemudian memakai format tersebut untuk menyampaikan pengalaman pribadi dengan gaya santai, sindiran halus, hingga humor yang mudah dipahami pengguna lain.
Tren “date cancelled” muncul di tengah hubungan modern yang dinilai semakin rumit akibat pengaruh aplikasi kencan dan media sosial. Banyak orang kini merasa lebih mudah menemukan pasangan, tetapi di sisi lain juga lebih sering mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat menjalin hubungan.
Fenomena tersebut membuat media sosial menjadi tempat bagi pengguna internet untuk membagikan pengalaman buruk, kebiasaan aneh pasangan, hingga hal-hal kecil yang dianggap mengganggu saat menjalani pendekatan. Sebagian unggahan dibuat ringan dan lucu, tetapi ada juga yang berisi pengalaman serius mengenai hubungan yang dianggap tidak sehat.
“Date cancelled, dia cowo bingung dan friendly,” tulis akun @neephophile.
“Date cancelled, sirkelnya dukung perselingkuhan,” tulis akun @letstrydude.
“Date cancelled, he said ga suka ngomongin politik soalnya ribet,” tulis akun @violkswagen.
Sejumlah unggahan tersebut kemudian ramai dibagikan ulang karena dianggap relate dengan kehidupan anak muda saat ini. Tidak sedikit pengguna media sosial yang ikut menambahkan pengalaman mereka sendiri dengan format serupa di kolom komentar maupun unggahan baru.
Selain dijadikan bahan candaan, tren ini juga dipakai sebagian pengguna untuk membahas red flag yang dianggap serius dalam hubungan. Beberapa di antaranya seperti meremehkan kesehatan mental, mendukung perselingkuhan, memiliki lingkungan pertemanan yang toxic, hingga sikap yang dianggap tidak menghargai pasangan.
Di sisi lain, tren “date canceled” juga mulai diikuti akun brand dan perusahaan besar untuk ikut meramaikan percakapan di media sosial. Namun, banyak pengguna menilai tren tersebut perlahan kehilangan daya tarik karena terlalu sering digunakan dan dianggap tidak lagi terasa alami seperti saat pertama kali viral.