Bisnis.com, PALEMBANG— Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) akan segera menaikkan status menjadi siaga darurat bencana banjir dan longsor dalam menghadapi peralihan ke musim penghujan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel M Iqbal Alisyahbana mengatakan kenaikan status ini merupakan upaya dalam mengantisipasi dan memitigasi potensi bencana di musim hujan.
Menurutnya, langkah itu juga sejalan dengan kondisi Sumsel yang merupakan daerah rawan terhadap kedua bencana tersebut.
“Apel siaga menghadapi bencana banjir dan tanah longsor sudah dilaksanakan di OKU Selatan beberapa waktu lalu. Dan dalam waktu dekat kita akan menaikkan status siaga,” kata Iqbal, Jumat (21/11/2025).
Dia menuturkan meski hampir seluruh wilayah merupakan rawan banjir dan longsor, akan tetapi ada 11 kabupaten/kota yang masuk dalam kategori rawan.
Meliputi Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, Empat Lawang, Muara Enim, Lahat, Ogan Ilir, OKI, Muratara, Muba, Mura dan Banyuasin.
Sedangkan dari11 daerah ini, baru ada satu yaitu Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang menaikkan status siaga.
“Jadi kita harapkan pemda lain juga secepatnya menaikkan status. Sebab syarat untuk tingkat provinsi menaikkan status (siaga) minimal harus ada dua pemda yang telah berstatus siaga,” jelasnya.
Iqbal menegaskan status siaga sudah bisa dilakukan oleh daerah, sejalan dengan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa saat ini 85% daerah di Bumi Sriwijaya telah masuk musim penghujan.
“Dengan begitu potensi banjir dan longsor juga akan meningkat,” pungkasnya.