Jon Batiste memukau di Java Jazz 2026, tampil lintas genre dan tutup konser dengan "Cry", mengundang tepuk tangan meriah di BCA Hall, Tangerang. [356] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Musisi peraih Grammy dan Oscar Jon Batiste memukau penonton myBCA International Java Jazz Festival 2026 pada Jumat (29/5/2026) malam.
Di BCA Hall, NICE PIK 2, Tangerang, musisi asal New Orleans, Amerika Serikat, itu menyuguhkan pertunjukan lintas genre selama lebih dari satu jam.
Sejak awal konser, Batiste telah menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar pianis jazz. Permainannya di atas panggung bergerak luwes antara menyanyi, memainkan piano, dan membangun komunikasi dengan para personel band maupun penonton.
Sejumlah lagu seperti "Big Money" dan "Be Who You Are" menjadi bagian dari repertoar yang dibawakan. Aransemen yang kaya membuat kedua nomor tersebut terdengar hidup dengan perpaduan soul, funk, dan jazz modern.
Sepanjang konser, Batiste tidak banyak mengandalkan sapaan atau gimik panggung. Dia lebih memilih berkomunikasi lewat musik, memainkan berbagai instrumen, lalu berdansa bersama para musisi pengiringnya.
Penyanyi Jon Batiste tampil pada acara myBCA International Java Jazz Festival 2026 di NICE PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (29/5/2026)./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti
Salah satu momen yang paling mencuri perhatian hadir saat Batiste membawakan "Worship". Pada lagu ini, dia duduk di depan piano dan membangun dialog musikal dengan pemain perkusi dalam sebuah sesi improvisasi yang intens.
Penampilan Jon Batiste malam itu juga diperkuat oleh vokalis perempuan Desiree "Desz" Washington. Vokal soul dan gospel yang dibawakannya beberapa kali memberi warna berbeda dalam pertunjukan, terutama pada bagian-bagian harmonisasi bersama Batiste.
Melalui permainan pianonya, Batiste juga mengaransemen ulang sejumlah tema musik klasik dengan sentuhan improvisasi khas. Melodi yang akrab terdengar berubah menjadi rangkaian eksplorasi yang mengalir tanpa jeda panjang.
Bagian tersebut menjadi jembatan menuju lagu "Cry" yang diambil dari album *WE ARE* (2021). Suara Desz yang mengalun kuat di awal lagu berpadu dengan permainan piano Batiste, perlahan membawa pertunjukan ke arah yang lebih eksplosif.
Nuansa soul dan gospel yang mendominasi bagian awal konser perlahan bergeser menjadi lebih garang. Gebukan drum yang menghentak dan permainan gitar yang agresif membuat "Cry" terdengar seperti ledakan energi yang meluap-luap.
Lagu tersebut sekaligus menjadi penutup penampilan Batiste di Java Jazz Festival 2026. Setelah lebih dari satu jam membawa penonton melintasi jazz, soul, gospel, hingga rock, dia menutup konser dengan energi yang mengundang tepuk tangan panjang.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56