Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu (1/7/2026). Pelaku pasar pada siang ini menantikan publikasi data inflasi Juni 2026 serta neraca perdagangan Indonesia.
Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures pada Pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka melemah sebesar 0,35% ke level Rp17.961.
Pelemahan mata uang Garuda terhadap dolar AS juga diikuti oleh mayoritas mata uang di kawasan Asia lainnya. Pelemahan terbesar terhadap dolar AS dipimpin oleh won Korea yang melemah sebesar 0,62%, diikuti oleh peso Filipina yang terdepresiasi sebesar 0,42%.
Disusul berikutnya mata uang baht Thailand turun sebesar 0,31%, dolar Singapura juga turun 0,14%.
Selanjutnya rupee India terhadap dolar AS turun sebesar 0,13%, ringgit Malaysia turun 0,10%, yen Jepang yang melemah sebesar 0,09%, yuan China terhadap dolar AS melemah 0,08%, dan dolar Hong Kong turun 0,01%.
Sebaliknya dolar Taiwan justru mampu menguat terhadap dolar AS sebesar 0,05%.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi melemah seiring meningkatnya optimisme terhadap ekonomi AS setelah data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan lebih tinggi dari perkiraan pasar.
"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang rebound oleh data pekerjaan AS JOLTS yang lebih kuat dari perkiraan," ujarnya, Rabu (1/7/2026).
Meski demikian, dia menilai pelemahan rupiah masih akan berlangsung terbatas. Pasalnya, pelaku pasar cenderung bersikap wait and see menjelang rilis sejumlah indikator ekonomi domestik yang dinilai akan menjadi penentu arah pergerakan rupiah selanjutnya.
Investor pada siang ini menantikan publikasi data inflasi Juni 2026 serta neraca perdagangan Indonesia. Kedua indikator tersebut akan menjadi perhatian utama untuk mengukur kekuatan fundamental ekonomi domestik sekaligus memengaruhi sentimen di pasar keuangan.
Menurut Lukman, selama belum ada kejutan dari data ekonomi Indonesia, pergerakan rupiah diperkirakan masih berada dalam rentang yang terbatas.
Dia memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan hari ini Rabu (1/7/2026).