Bisnis.com, SEMARANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat bahwa kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) ke Provinsi Jawa Tengah pada bulan Januari 2026 mengalami penurunan secara tahunan sebanyak 11,95 juta perjalanan atau sebesar 9,16% (year-on-year/yoy), dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
"Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tujuan Jawa Tengah pada Januari 2026 mencapai 11,95 juta perjalanan atau menurun sebesar 9,16% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 13,16 juta perjalanan," kata Ali Said, Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah dalam siaran pers pada Senin (2/3/2026).
Lebih lanjut, Ali juga menjelaskan pergerakan wisnus tujuan Jawa Tengah berdasarkan provinsi asal. Berdasarkan pergerakannya, kunjungan wisnus ke Jawa Tengah didominasi oleh wisatawan dari provinsi di Pulau Jawa seperti Jawa Barat, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Banten.
"Pergerakan wisnus dengan tujuan Jawa Tengah itu didominasi oleh wisatawan dari provinsi di Pulau Jawa seperti Jawa Barat sebanyak 1.134,27 ribu perjalanan, D.I. Yogyakarta sebanyak 780,16 ribu perjalanan, Jawa Timur sebanyak 703,89 ribu perjalanan, DKI Jakarta sebanyak 597,26 ribu perjalanan, dan Banten sebanyak 343,15 ribu perjalanan," ucap Ali.
Selanjutnya, berdasarkan perjalanan wisnus menurut daerah tujuan, terdapat 6 Kabupaten/Kota yang menjadi daerah tujuan perjalanan wisnus terbesar pada Januari 2026.
Keenam daerah ini di antaranya adalah Kota Semarang, Kota Surakarta, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Semarang, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sukoharjo.
"Kemudian kalau kita lihat perjalanan wisnus menurut daerah tujuan share yang terbesar terhadap provinsi yang pertama adalah Kota Semarang, dan Semarang ini selalu menduduki yang pertama dalam tiga bulan terakhir dari November, Desember, Januari. Kemudian Januari 2026 ini Kota Surakarta menduduki peringkat kedua, sementara sebelumnya di bulan November sampai Desember 2025 menduduki peringkat ketiga dan keempat. Dan untuk Kabupaten Banyumas menduduki peringkat ketiga, yang sebelumnya menduduki peringkat kedua di November-Desember," ungkapnya
Penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) juga berbanding lurus dengan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) yang juga mengalami penurunan. Pada bulan Januari 2026, TPK hotel tercatat sebesar 31,70% dengan mengalami penurunan secara tahunan sebanyak 3,42 poin.
Berdasarkan klasifikasinya, TPK hotel bintang secara tahunan pada Januari 2026 juga mengalami penurunan sebesar 2,76 poin dibandingkan Januari 2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh penurunan TPK yang terjadi pada 4 kelas hotel bintang.
Tak hanya terjadi pada TPK hotel bintang, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya pada Januari 2026 juga mengalami penurunan sebesar 23,29% atau turun 0,49 poin dibandingkan dengan Januari 2025 yang tercatat 23,78%.
"TPK hotel berbintang tercatat sebesar 41,04% atau secara mtm (month-to-month) turun 11,43 poin dan secara yoy (year-on-year) turun 2,76 poin. Di sisi lain, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya pada Januari 2026 tercatat sebanyak 23,29% atau mengalami penurunan sebesar 3,04 poin secara m-t-m dan turun sebesar 0,49 poin secara yoy," kata Ali.