Bisnis.com, JAKARTA – Emiten afiliasi konsorsium Halim Jusuf, PT Sumber Energi Andalan Tbk. (ITMA) membukukan pertumbuhan pendapatan hingga ratusan persen selama kuartal III/2025. Kendati demikian, perseroan dalam periode ini membukukan penurunan laba bersih.
Berdasarkan laporan keuangan, ITMA membukukan pendapatan sebesar US$935.769 sepanjang Januari-September 2025. Angka tersebut melesat 442,10% dibanding pendapatan kuartal III/2024 mencapai US$172.620.
Pendapatan dari segmen jasa sewa pembangkit listrik melonjak 1.414% dari US$33.011 pada kuartal III/2024 menjadi US$499.871 sepanjang kuartal III/2025. Namun, pendapatan segmen jasa konsultasi turun 2,66% dari US$139.609 menjadi US$135.892. Sementara itu, periode tahun ini perseroan membukukan pendapatan dari segmen jasa mobilisasi pembangkit sebesar US$300.006, yang dalam periode sebelumnya belum mencatat kontribusi.
Meski dari sisi top line kinerja Sumber Energi Andalan cukup impresif, beberapa pos beban yang ditanggung perseroan menggerus kinerja bottom line secara signifikan.
Beban pokok pendapatan yang ditanggung ITMA sepanjang kuartal III/2025 naik 2.814% year on year (YoY) menjadi US$732.688. Alhasil, meski pendapatan melesat ratusan persen laba bruto perseroan hanya naik 37,70% YoY menjadi US$203.081.
Dari sejumlah pos beban lainnya, terdapat beban bank yang melejit dari US$408 dalam kuartal III/2024 menjadi US$1.016 pada kuartal III/2025. Perseroan juga mencatatkan bagian atas rugi neto ventura bersama sebesar US$1,31 juta sepanjang Januari-September 2025.
Hasilnya, laba neto periode berjalan yang dicatat ITMA sepanjang kuartal III/2025 terpangkas 44,15% YoY menjadi US$802.255, dibandingkan US$1,43 juta pada periode yang sama di 2024.
Dari angka tersebut, laba neto yang dapat diatribusikan kepada entitas induk atau laba bersih perseroan tercatat sebesar US$900.647 atau turun 40,32% YoY. Sedangkan yang diatribusikan untuk kepentingan non-pengendali menorehkan rugi neto sebesar US$98.392.
Dari sisi neraca keuangan, ITMA sepanjang Januari-September 2025 membukukan pertumbuhan total aset sebesar 2,99% YoY menjadi US$258,50 juta. Total ekuitas perseroan dalam periode ini juga naik 1,06% YoY menjadi US$215,03 juta, sedangkan total liabilitas naik 13,78% YoY menjadi US$43,46 juta.
Sedangkan di lantai bursa, hingga sesi I perdagangan hari ini, Rabu (29/10/2025), harga saham ITMA turun 6,90% ke Rp1.350. Namun, level harga tersebut mencerminkan pertumbuhan 87,50% secara year to date (YtD).
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.