Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) mencatatkan total dana kelolaan (asset under management/AUM) sebesar Rp120 triliun atau tumbuh 29% sepanjang 2022 sampai dengan 2025.
Direktur OCBC Indonesia Johannes Husin menyampaikan, perseroan secara konsisten membangun bisnis wealth management yaitu investasi nasabah yang terdiri dari obligasi, reksa dana, asuransi, dan emas.
Perseroan terus memperkaya solusi yang ditawarkan, menghadirkan kemampuan untuk memberikan insight yang semakin terintegrasi melalui peningkatan kapabilitas dan keahlian, serta memperkuat pengalaman nasabah melalui layanan pengelolaan kekayaan secara digital yang semakin seamless.
“Hal ini terbukti, dalam periode 2022 hingga Desember 2025, bisnis wealth management OCBC mencatat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 29%, yang melampaui Rp120 triliun,” kata Johannes dalam Media Gathering di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Pada saat yang sama, transformasi digital juga terus mendorong perubahan perilaku nasabah dalam mengelola kebutuhan finansialnya. Tercatat porsi transaksi wealth melalui kanal digital meningkat dari 30% pada 2024, menjadi 44% pada 2025.
Jumlah transaksi obligasi melalui platform digital turut membukukan pertumbuhan, yakni sebesar 50% secara tahunan (year on year/YoY), dengan volume meningkat 89% YoY. Selain itu, dalam lima tahun terakhir, frekuensi aktivitas nasabah melalui kartu kredit, kartu debit, QRIS, dan pembayaran tagihan juga tumbuh dengan CAGR sebesar 68%.
Johannes mengatakan, perkembangan ini menunjukkan bahwa kebutuhan transaksi sehari-hari, lifestyle, dan pengelolaan wealth kini semakin terhubung dalam satu perjalanan finansial yang terintegrasi.
“Dengan skala yang semakin kuat, expertise yang semakin dalam, dan ekosistem yang semakin terintegrasi, kami ingin membantu lebih banyak individu, keluarga, dan pelaku usaha untuk mengelola, melindungi, dan mengembangkan wealth mereka dengan lebih optimal,” ujarnya.
Untuk diketahui, OCBC menghadirkan tiga layanan utama yang dirancang sesuai dengan profil dan kebutuhan masing-masing nasabah. Tiga layanan itu yakni NYALA by OCBC, OCBC Premier Banking, dan OCBC Private Bank.
Didukung oleh ekosistem grup yang mencakup pasar modal melalui PT OCBC Sekuritas Indonesia (PTOS), layanan asuransi jiwa melalui PT Great Eastern Life Indonesia (GELI), memungkinkan OCBC untuk menghadirkan solusi yang lebih menyeluruh, mulai dari pengelolaan likuiditas, proteksi, investasi, hingga perencanaan wealth lintas generasi.
Ekosistem ini memungkinkan OCBC untuk mendampingi nasabah secara lebih holistik dalam berbagai kebutuhan finansial maupun personal mereka.
“Melalui pendekatan tersebut, kami berharap dapat mendampingi individu, keluarga, maupun pelaku usaha dalam setiap tahap perjalanan finansial dan kebutuhan personal mereka secara berkelanjutan,” pungkasnya.