Bisnis.com, SAMARINDA — Pemerintah Kota Bontang menargetkan realisasi investasi sebesar Rp3,42 triliun sepanjang 2026, naik 11,24% dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp3,08 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang Muhammad Aspian Nur mengatakan realisasi investasi hingga kuartal I/2026 telah mencapai Rp796,78 miliar atau 23,25% dari target tahunan.
Menurutnya, investasi masih didominasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp707,31 miliar atau 88,77%.
"Disusul PMA [Penanaman Modal Asing] yang mencatatkan angka Rp89,46 miliar atau sebesar 11,23%," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (11/5/2026).
Secara wilayah, investasi tersebar di tiga kawasan utama. Bontang Utara masih menjadi pusat industri, terutama sektor kimia dasar dan farmasi. Sementara itu, Bontang Selatan berkembang pada sektor perumahan dan perkantoran, sedangkan Bontang Barat didominasi sektor perdagangan dan jasa kuliner.
Aspian menuturkan realisasi investasi tersebut turut mendorong penyerapan tenaga kerja. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, investasi di Bontang tercatat menyerap 939 tenaga kerja Indonesia.
"Dengan dukungan infrastruktur yang ada dan kemudahan perizinan yang terus kami perbaiki, kami yakin para investor akan semakin tertarik untuk menanamkan modalnya di Bontang," katanya.
Dia menambahkan pemerintah daerah terus mendorong kemudahan investasi melalui sistem Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA).
"Kami mengundang para investor untuk melihat Bontang bukan hanya sebagai kota industri, tapi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi hijau dan berkelanjutan di masa depan," pungkasnya.
Di sisi lain, Bontang masih menghadapi persaingan investasi dengan sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur, seperti Balikpapan dan Kutai Timur.