Bisnis.com, JAKARTA — United Airlines, maskapai penerbangan Amerika Serikat, telah melengkapi layanan internet Starlink di sekitar seperempat dari semua penerbangannya. Perusahaan menargetkan hampir seluruh armadanya akan terhubung pada akhir 2026.
Banyak penumpang pesawat United yang terkejut dengan layanan Wi-Fi Starlink di pesawat. Layanan ini terasa seperti internet biasa di rumah, para penumpang bisa menonton film, melakukan pencarian di web hingga melakukan panggilan video dengan kualitas yang sangat baik.
Hingga kini, layanan Starlink sudah tersedia di sekitar 1.200 penerbangan harian United. Target awal untuk armada regional (pesawat kecil seperti Embraer E175) sudah tercapai, dan United sedang dalam jalur yang tepat untuk melengkapi 500 pesawat utama seperti Boeing 737-800 sebelum akhir 2026. Jika berhasil, tiga dari empat penerbangan United akan memiliki internet Starlink.
Menurut United 7 juta penumpang di 129.000 penerbangan telah menikmati layanan ini. Penggunaan data meningkat drastis, bahkan 100 kali lebih banyak dibandingkan Wi-Fi pesawat lama.
Penerbangan yang lebih panjang menunjukkan penggunaan data lebih tinggi karena penumpang banyak melakukan streaming film, menonton olahraga, dan konten lainnya.
Wakil Presiden Teknologi Digital United Airlines Grant Milstead mengatakan mulai saat ini penumpang tidak perlu mengunduh film sebelum terbang, karena mereka bisa menonton apa pun di pesawat tanpa khawatir.
“Ini bukan sekadar Wi-Fi pesawat, ini Wi-Fi seperti di rumah dan penumpang mulai memperlakukannya seperti itu,” Ujar Milstead yang dikutip dari CNET Selasa (3/2/20260).
Sebagai tambahan, Wi-Fi Starlink gratis untuk anggota program United MileagePlus, yang pendaftarannya juga gratis.
Layanan Starlink tidak hanya tersedia di United Airlines. Beberapa maskapai lain yang sudah memasangnya termasuk Hawaiian Airlines, Alaska Airlines, airBaltic, Air France, Qatar Airways, WestJet, dan Emirates.
Tahun depan, maskapai seperti Aer Lingus, British Airways, Iberia, Level, dan Vueling juga akan menawarkan internet satelit ini.
Salah satu alasan peningkatan penggunaan adalah perangkat keras Starlink lebih kecil, lebih ringan, dan lebih murah dipasang dibanding sistem Wi-Fi pesawat tradisional, sehingga lebih mudah diterapkan di pesawat. (Nur Amalina)