Bisnis.com, MEDAN - Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Utara (Sumut) melaporkan kejadian banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah akibat intensitas hujan yang tinggi sejak akhir pekan lalu.
Berdasarkan laporan Pusdalops pada Selasa (25/11/2025) malam, ada 6 daerah yang diterjang banjir dan longsor di Sumut.
Keenam daerah tersebut yakni:
1.Tapanuli Tengah
Intensitas hujan tinggi sejak tanggal 17 November 2025 mengakibatkan 7 kecamatan di Tapanuli Tengah (Tapteng) terdampak banjir.
Pada Minggu (23/11/2025) BPBD Tapteng melaporkan banjir melanda Kecamatan Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, dan Pinangsori.
Data sementara, lebih dari 1.902 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana hidrometeorologi ini. Sedangkan jumlah korban jiwa masih dalam pendataan.
Hujan yang telah berlangsung hampir sepekan juga memicu tanah longsor di beberapa titik di Tapteng pada Selasa (25/11/2025).
Kecamatan yang terdampak longsor antara lain Kecamatan Badiri, Sibabangun, Lumut, Tukka, Sarudik, dan Tapian Nauli.
Hingga Selasa malam, satu unit rumah warga dilaporkan rusak berat dan beberapa jalan penghubung masih belum dapat dilalui kendaraan.
2. Tapanuli Selatan
Banjir melanda 6 kecamatan di Tapanuli Selatan (Tapsel) sejak Senin (24/11/2025) sekitar pukul 21.00 WIB.
Wilayah yang terdampak banjir meliputi Kecamatan Angkola Sangkunur, Batang Angkola, Batang Angkola Selatan, Batang Toru, Muara Batang Toru, dan Marancar.
Data Pusdalops menyebut ketinggian air di titik banjir bervariasi, mulai dari 20 centimeter (cm) hingga 162 cm. Sementara objek dan korban jiwa yang terdampak masih dalam pendataan.
Di hari yang sama sekitar pukul 21.30 WIB, hujan yang tanpa henti juga mengakibatkan tanah longsor di Kecamatan Angkola, Angkola Barat, dan Kecamatan Sipirok.
Tanah longsor mengakibatkan jalan lintas penghubung Tapsel-Mandailing Natal (Madina) di Kelurahan Rianiate terputus dan tak bisa dilalui kendaraan.
Sebanyak 2 unit rumah warga yang dihuni 6 kepala keluarga di Kelurahan Sitinjak, Angkola Barat, dilaporkan rusak berat. Jalan dusun Aek Latong Desa Marsada di Sipirok juga belum dapat dilalui.
3. Sibolga
Ada 4 kecamatan yang dilaporkan terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kota Sibolga pada Senin (24/11/2025) malam, yakni Sibolga Utara, Sibolga Selatan, Sibolga Kambas, Sibolga Kota.
BPBD Sibolga menyebut pihaknya masih melakukan pendataan terhadap objek maupun korban terdampak. Masyarakat juga telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
4. Tapanuli Utara
Intensitas hujan tinggi telah memicu tanah longsor di Desa Parsingkaman dan Desa Pagaran Lambung Kecamatan Adian Koting Tapanuli Utara (Taput) pada Selasa (25/11/2025) pukul 06.00 WIB. Longsor terjadi di 5 kecamatan dan membuat 1 unit rumah warga terdampak.
Selain itu, longsor juga memutus jalan akses di Kecamatan Purbatua dan mengakibatkan 1 rumah warga di kecamatan itu rusak.
Dilaporkan BPBD Taput, ada satu korban yang mengalami luka akibat longsor di dua kecamatan di Taput.
Sekitar pukul 14.00 WIB pada Selasa (25/11/2025), masyarakat Taput tepatnya di Kecamatan Simangumban dan Purbatua kembali dihadapkan pada bencana banjir akibat intensitas hujan tinggi. Banjir merendam sekitar 50 rumah warga di Kecamatan Purbatua.
BPBD Taput juga melaporkan adanya pergeseran tanah sehingga membuat jembatan penghubung jalan nasional Tarutung-Sipirok di Kecamatan Simangumban terputus.
5. Padangsidimpuan
Pada Selasa (25/11/2025) pukul 08.00 WIB dilaporkan terjadi banjir di dua kecamatan di Kota Padangsidimpuan. Bencana banjir dipicu oleh hujan lebat yang telah terjadi sejak 3 hari sebelumnya.
BPBD Kota Padangsidimpuan mencatat ada sekitar 220 jiwa terdampak bencana banjir ini.
Satu orang warga Desa Darek di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan dilaporkan hilang, diduga hanyut di sungai.
6. Mandailing Natal
Hujan lebat yang terjadi sejak Jumat (21/11/2025) hingga Selasa (25/11/2025) merendam ratusan rumah warga di Kecamatan Muara Batang Gadis, Natal, Batahan, dan Panyabungan Barat Kabupaten Mandailing Natal.
Tinggi banjir yang mencapai satu meter di beberapa titik membuat lebih dari 500 kepala keluarga terdampak dan mengungsi.
Selain itu, arus lalu lintas dari dan menuju Kecamatan Natal juga dilaporkan masih terputus. Sedangkan 9 desa di Kecamatan Batahan terisolir akibat kepungan banjir.