Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menandatangani kebijakan tarif 25% untuk chip kecerdasan artifisial (AI) canggih yang diproduksi di luar negeri dan transit melalui Amerika Serikat sebelum diekspor ke China.
Hal ini mengakhiri spekulasi pasar mengenai arah kebijakan perdagangan teknologi pemerintahan Trump.
Berdasarkan dokumen proklamasi, kebijakan tarif ini secara spesifik menyasar produk chip unggulan seperti Nvidia H200 dan AMD MI325X.
Mekanisme aturan baru ini mengharuskan perusahaan membayar bea masuk saat chip tersebut masuk ke wilayah yurisdiksi AS. Kewajiban ini berlaku sebelum produk tersebut diekspor kembali ke pelanggan yang telah disetujui di China maupun pasar luar negeri lainnya.
Bagi pelaku industri seperti Nvidia, keputusan ini dianggap sebagai kemenangan strategis. Meskipun membebankan biaya tambahan, kebijakan ini secara formal memberikan lampu hijau dari Departemen Perdagangan AS bagi Nvidia untuk mengirimkan chip H200 ke pelanggan terverifikasi di China mulai Desember.
Juru bicara Nvidia menyatakan perusahaan menyambut baik keputusan tersebut. Dia menilai langkah ini memberikan kepastian bagi industri chip Amerika untuk tetap bersaing di pasar dunia sekaligus mendukung manufaktur dalam negeri.
"Menawarkan H200 kepada pelanggan komersial yang disetujui, yang diverifikasi oleh Departemen Perdagangan, memberikan keseimbangan yang bijaksana yang sangat baik bagi Amerika," ujar juru bicara Nvidia dikutip dari TechCrunch Jumat (16/1/2026).
Presiden Trump juga telah menegaskan pendekatan transaksional dalam kebijakan ini. Tingginya permintaan global terhadap teknologi AI dimanfaatkan pemerintah AS untuk mendongkrak pendapatan negara melalui instrumen tarif.
"Ini bukan level tertinggi, tapi sangat bagus. China menginginkannya, negara lain menginginkannya, dan kita akan mendapatkan 25% dari penjualan chip ini," kata Trump dikutip dari Mezha.
Merespons kepastian regulasi ini, Nvidia dilaporkan tengah mempertimbangkan peningkatan produksi chip H200. Hal ini dilakukan untuk memenuhi lonjakan pesanan awal dari perusahaan-perusahaan teknologi asal China yang membutuhkan infrastruktur AI.
Sementara itu, Pemerintah China juga sedang melakukan penyesuaian regulasi domestik. China tengah menyusun aturan mengenai kuota semikonduktor yang boleh dibeli perusahaan China dari luar negeri, mengindikasikan potensi pembukaan keran impor yang lebih terukur.
Pemerintah AS menekankan bahwa tarif ini tidak berlaku bagi chip yang diimpor untuk kebutuhan domestik AS, baik untuk riset, pertahanan, maupun komersial. Pengecualian ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan di tengah ketergantungan AS pada rantai pasok asing yang saat ini memasok 90% kebutuhan chip negara tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Presiden Trump telah menginstruksikan pejabat terkait untuk melakukan negosiasi impor semikonduktor dan melaporkan hasilnya dalam 90 hari.
Gedung Putih juga mengisyaratkan kemungkinan adanya kebijakan tarif baru atau insentif manufaktur di masa depan untuk memperkuat kemandirian industri nasional. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)