Bisnis.com, JAKARTA — PT Indosat Tbk. (ISAT) mencatatkan pertumbuhan rerata pendapatan per pelanggan (average revenue per user/ARPU) pada kuartal I/2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, jumlah pelanggan perusahaan berkurang hingga 2 juta dalam 12 bulan.
Merujuk pada laporan info memo, Indosat membukukan ARPU prabayar sebesar Rp44.100 atau naik 14,84% pada kuartal I/2026 dibandingkan dengan kuartal I/2025. Pencapaian tersebut turut mendongkrak ARPU gabungan yang tercatat sebesar Rp45.200 atau naik 15,3% secara tahunan.
Namun, pertumbuhan ARPU tidak disertai dengan pertumbuhan jumlah pelanggan. Pengguna prabayar Indosat berkurang 2 juta pelanggan dari 94 juta pelanggan pada kuartal I/2025 menjadi 92 juta pelanggan pada kuartal I/2026. Pelanggan pascabayar stagnan pada posisi 2 juta pelanggan.
Vikram Sinha, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison mengatakan hal itu mencerminkan monetisasi yang makin optimal dan kualitas pelanggan yang semakin meningkat. Di saat yang sama, trafik data tumbuh 25,1% secara tahunan, menegaskan meningkatnya peran layanan digital dalam keseharian pelanggan serta pertumbuhan kebutuhan akan konektivitas yang andal dan berkualitas tinggi.
“Kinerja awal tahun yang solid ini menggambarkan konsistensi kami dalam menjalankan strategi dan memberikan nilai yang nyata bagi pelanggan,” kata Vikram dikutip Jumat (1/5/2026).
Untuk mendukung pertumbuhan ini, Indosat terus meningkatkan jaringan 5G guna menghadirkan pengalaman yang lebih lancar bagi pelanggan, sekaligus memungkinkan kapabilitas berbasis AI untuk layanan yang lebih personal.
Pada saat yang sama, Indosat juga memperluas kehadirannya di layanan konektivitas rumah melalui HiFi Air, sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan akan solusi internet yang lebih fleksibel dan gampang diakses di luar layanan seluler.
Perusahaan juga terus memperkuat kepercayaan dan keamanan pelanggan melalui fitur berbasis AI seperti solusi anti-spam dan anti-scam, mempertegas komitmennya dalam menghadirkan yang tidak hanya konektivitas yang cepat dan andal, tetapi juga aman.
Vikram mengatakan pertumbuhan ini tak terlepas dari strategi AI hyper-personalization Indosat, yang berfokus pada penyediaan pengalaman pelanggan yang lebih relevan, sesuai kebutuhan, dan bermakna bagi pelanggan.
"Seiring perilaku digital yang semakin beragam, Indosat bertransisi ke arah model berbasis data yang mendukung Indosat memahami pelanggan dengan lebih baik," kata Vikram.