Wikimedia Foundation telah terdaftar sebagai PSE, memungkinkan akses Wikipedia kembali normal di Indonesia, mendukung tata kelola digital yang tertib dan akuntabel. [345] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Wikimedia Foundation menyelesaikan proses pendaftaran sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat. Sejalan dengan hal tersebut maka akses Wikipedia akan kembali normal.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menyatakan Wikimedia Foundation sudah menuntaskan tahapan pendaftaran. Saat ini, otoritas sedang memproses normalisasi akses Wikipedia bagi masyarakat luas.
Pemerintah mengapresiasi inisiatif Wikimedia Foundation dalam memenuhi kewajiban administratif tersebut. Kewajiban pendaftaran PSE sendiri bertujuan menciptakan tata kelola sistem elektronik yang tertib, transparan, serta akuntabel di Tanah Air.
“Kami memproses normalisasi akses Wikipedia,” kata Alexander dikutip, Kamis (30/4/2026)
Alexander menegaskan setiap penyelenggara sistem elektronik memiliki tanggung jawab penuh atas layanan dan fitur operasional di Indonesia. Melalui pendaftaran ini, ada kejelasan mengenai pihak penanggung jawab serta mekanisme koordinasi pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Seluruh proses pengawasan dan penegakan hukum terhadap entitas digital di Indonesia dilakukan sesuai dengan prosedur serta ketentuan perundang-undangan. Langkah pendaftaran ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem digital yang sehat.
Dalam pertemuan terakhir dengan Komdigi, Wikimedia Foundation memberikan klarifikasi mengenai posisinya. Organisasi ini beroperasi sebagai lembaga global yang didukung komunitas sukarelawan lintas negara, termasuk di Indonesia melalui Wikimedia Indonesia.
Pihak Wikimedia Foundation mengonfirmasi Wikimedia Indonesia merupakan entitas terpisah. Pernyataan ataupun pandangan yang disampaikan oleh Wikimedia Indonesia, termasuk melalui media sosial, tidak merepresentasikan posisi resmi Wikimedia Foundation sebagai subjek kewajiban pendaftaran PSE.
Pembedaan status hukum ini menjadi poin penting bagi publik untuk memahami siapa pihak yang memikul tanggung jawab operasional atas sistem elektronik yang terdaftar. Klarifikasi ini menutup spekulasi mengenai hubungan antar-entitas dalam konteks pemenuhan kewajiban regulasi di Indonesia.
Komdigi berkomitmen untuk terus mendampingi seluruh PSE dalam memenuhi kewajiban regulasi. Langkah ini bertujuan mewujudkan ruang digital Indonesia yang tertib, adil, serta melindungi kepentingan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, pemerintah tetap menjunjung tinggi prinsip pelindungan data pribadi serta hak asasi manusia.
Kehadiran Wikipedia sebagai PSE terdaftar diharapkan membawa dampak positif bagi akses informasi masyarakat. Dengan normalisasi akses, pengguna di Indonesia dapat kembali memanfaatkan ensiklopedia digital tersebut untuk keperluan edukasi dan literasi.
Pendaftaran ini menjadi bukti kesiapan entitas teknologi global dalam beradaptasi dengan kerangka hukum nasional, sekaligus memperkuat tata kelola ruang digital Indonesia.
Berlangganan Bisnis Indonesia mudah! Hubungi sirkulasi@bisnis.com atau WhatsApp 085770446300. Akses cetak & digital di epaper.bisnis.com. [348] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Surat kabar Bisnis Indonesia pertama kali hadir menyapa pembaca pada 14 Desember 1985. Kurang lebih, selama empat dekade Bisnis Indonesia telah membersamai perjalanan bangsa ini untuk menyajikan informasi mengenai kegiatan ekonomi dan bisnis.
Bernaung di bawah PT Jurnalindo Aksara Grafika, surat kabar Bisnis Indonesia hadir dengan segmen informasi pasar modal, perbankan, dan semua aspek terkait aktivitas keuangan dan sektor riil yang menjadi urat nadi perekonomian nasional.
Sejak pertama kali hadir di Indonesia sampai dengan saat ini, Bisnis Indonesia telah menjadi referensi tepercaya bagi kalangan dunia usaha, pebisnis, hingga para pengambil keputusan di pemerintahan.
Dalam perjalanannya, Bisnis Indonesia bertransformasi dari sekadar koran cetak menjadi penyedia layanan berbasis digital. Surat kabar Bisnis Indonesia tetap hadir sebagai menu utama yang dapat dirasakan langsung oleh para pembaca.
Sejalan dengan digitalisasi, koran Bisnis Indonesia juga hadir dalam warna digital yang dapat diakses langsung dari perangkat milik pelanggan.
Bisnis Indonesia konsisten hadir pada Senin sampai dengan Minggu. Rubrik tetap seperti Industri, Market, Komoditas, Finansial, Bank dan lain-lain, menyapa secara periodik pada Senin hingga Jumat.
Adapun untuk edisi Sabtu dan Minggu, surat kabar Bisnis Indonesia hadir dengan kekhasan laporan ringan.
Bisnis Indonesia juga rutin menampilkan ulasan pasar secara independen, rubrik Laporan Khusus, Indepth Reporting,Lunch with CEO, dan Fokus.
Dengan didukung jaringan kantor perwakilan yang tersebar di Medan, Pekanbaru, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Balikpapan, dan Makassar, ditambah dua jaringan surat kabar daerah di Kota Solo melalui Solopos dan Daerah Istimewa Yogyakarta lewat Harian Jogja, melengkapi produk dan layanan informasi yang disajikan oleh Bisnis Indonesia Group.
Harian Bisnis Indonesia hadir dalam dua versi, baik cetak maupun epaper, menyesuaikan dengan kebutuhan pembacanya.
Bisnis Indonesia Group juga memberikan layanan jasa pendukung untuk pengambilan keputusan bisnis yang tepat melalui riset data, penyelenggaraan event, dan penerbitan produk buku maupun majalah.
Untuk berlangganan Bisnis Indonesia dapat melalui agen koran di seluruh Indonesia, atau secara langsung melalui Email ke sirkulasi@bisnis.com ,WhatsApp ke nomor layanan pelanggan 085770446300 (Dina). Anda juga dapat mengisi formulir langganan di sini.
Untuk pengalaman membaca, dapat mengunjungi epaper.bisnis.com. Anda juga bisa mengunduh aplikasi Bisnis Indonesia, baik di versi android maupun IOS.
Menkomdigi Meutya Hafid memaparkan arah digital Indonesia 2029, fokus pada konektivitas terjangkau, AI, keamanan digital, dan pemberdayaan UMKM. [743] url asal
Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memaparkan arah pembangunan Indonesia digital ke depan, diantaranya menghadirkan layanan internet yang terjangkau dan mendorong kecerdasan buatan (AI).
Langkah ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 dan rencana strategis 2025–2029, yang berpegangan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebagai panduan kebijakan untuk mempercepat pembangunan digital nasional.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan tema yang disepakati adalah terhubung, tumbuh, terjaga. Terhubung, menurut Meutya, berarti mewujudkan konektivitas yang semakin berkualitas dan terjangkau.
“Jadi terjangkau juga menjadi salah satu target kita,” kata Meutya dalam konferensi pers Deklarasi Arah Indonesia Digital: Terhubung, Tumbuh, Terjaga di Jakarta pada Rabu (10/12/2025).
Meutya menjelaskan upaya mewujudkan konektivitas terjangkau telah dimulai melalui lelang frekuensi 1,4 GHz. Dia menegaskan lelang tersebut didorong untuk menghadirkan internet murah. Dia berharap melalui lelang tersebut, internet rakyat dapat mulai dirasakan pada tahun depan.
“Sehingga inklusifitas juga bisa dirasakan dari sisi keterjangkauannya bagi masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki kemampuan untuk mengakses internet,” katanya.
Lebih lanjut, terkait fokus tumbuh, Meutya berharap ekosistem digital dapat memberdayakan pemerintahan digital yang terpadu dan andal, memperkuat pelaku usaha lokal, serta mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas.
Dia juga menekankan pentingnya peningkatan perdagangan digital, pertumbuhan talenta digital, serta kolaborasi sehat antara pelaku nasional dan global.
Meutya menekankan transformasi digital harus memberikan nilai tambah nyata bagi ekonomi dan membuka peluang bagi semua. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyusunan kerangka etika AI dan peta jalan AI. Dia mengatakan pemerintah telah menyelesaikan 90% peta jalan AI dan etika AI.
“Ini akan mudah-mudahan ditandatangani Presiden di awal tahun, jadi ini sudah dalam menunggu antrean, dan menurut Mensesneg [Prasetyo Hadi] sudah masuk diprioritas untuk ditandatangani segera,” ungkapnya.
Meutya menyampaikan ada dua Perpres terkait AI yang diterbitkan. Komdigi, katanya, tidak akan mengatur perkembangan AI secara sektoral, melainkan hanya menyiapkan payung besarnya.
“Harapan kami nanti kalau payung besarnya memang sudah ditandatangani presiden. Mungkin silakan Kementerian-Kementerian pun Lembaga-Lembaga untuk membuat aturan AI per sektor masing-masing,” katanya.
Dia menegaskan Kementerian/Lembaga paling memahami kebutuhan aturan AI di sektor masing-masing. Lebih lanjut, Meutya menjelaskan Komdigi pada tahun ini telah meluncurkan beberapa innovation hub, yakni Garuda Spark Innovation Hub di Jakarta, Bandung, dan Medan, dan berharap jumlahnya terus bertambah di berbagai daerah.
“Inisiatif tersebut diharapkan dapat melahirkan lebih banyak talenta digital dan inovasi yang lebih merata di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.
Adapun terkait fokus ketiga, terjaga, Meutya mengatakan Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya memberantas kejahatan digital, termasuk penipuan daring, kejahatan terhadap anak, serta peretasan dan kebocoran data.
Dia mengingatkan pertumbuhan digital tanpa keamanan hanya akan membawa mudarat. Karena itu, perlindungan data pribadi, keamanan infrastruktur kritikal seperti pusat data nasional, serta data strategis negara harus menjadi prioritas.
Meutya juga menyinggung pentingnya perlindungan anak di ranah digital, sejalan dengan tren global. Dia menyebut Australia yang telah menetapkan pembatasan bagi anak-anak di bawah 16 tahun.
“Indonesia sudah memiliki sejak Maret aturannya sekarang [PP Tunas] dalam masa transisi. Kalau teman-teman merasa belum terasa ya memang karena PP-nya baru ditandatangani bulan Maret tahun 2025,” katanya.
Menurutnya saat ini Indonesia memasuki masa transisi bersama platform besar agar implementasi dapat dimulai pada Maret 2026. Dia menyebut Malaysia dan sejumlah negara Eropa juga sedang bergerak menyusun aturan serupa.
“Kita untuk konsultasi publiknya sudah lewat, aturannya sudah jadi. Ini menunggu implementasi mudah-mudahan di tahun depan bulan Maret sudah mulai bisa kita laksanakan, melindungi anak-anak kita dengan melakukan penundaan akses akun kepada anak-anak di angka 13 tahun dan di angka 16 tahun tergantung dengan risiko dari profil masing-masing platform,” katanya.
Meutya menekankan pentingnya keselarasan satu agenda nasional dari pusat hingga daerah, terutama dalam layanan pemerintahan berbasis digital. Menurutnya, digitalisasi tidak bisa berjalan terpisah-pisah.
“Komdigi sebagai orkestrator, enabler, akselerator menyediakan fondasi infrastruktur kebijakan tata kelola digital dan ruang kolaborasi. Tapi kami tidak bisa dan pun bisa tidak ingin berjalan sendiri,” katanya.
Dia mengatakan seluruh pihak perlu memberikan kontribusi spesifik sesuai perannya masing-masing. Nantinya, masukan teknis akan dikumpulkan dari level eselon 1 dan eselon 2.
“Melalui deklarasi ini kita menegaskan tiga hal, sekali lagi kami ulangi, terhubung tumbuh terjaga. Menjadi kompas Indonesia digital, memastikan seluruh masyarakat tersambung dengan akses yang merata, mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi menjaga ruang digital yang aman, kemudian komitmen untuk mengakhiri fragmentasi,” ungkapnya.
Dia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat komitmen bersama.
“Komitmen seluruh ekosistem, pemerintahan pusat dan daerah, industri, akademisi, masyarakat untuk bergerak bersama demi Indonesia, kita semua yang bisa lebih terhubung, lebih tumbuh dan lebih terjaga,” tandasnya.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56