Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Kripto Indonesia, PT Central Finansial X (CFX), berencana meluncurkan indeks kripto pertama di Tanah Air bertajuk CFX10 yang berisi 10 aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar.
Indeks tersebut diharapkan menjadi acuan bagi investor untuk membaca arah pergerakan pasar kripto nasional secara lebih komprehensif.
Direktur Utama CFX Subani mengatakan selama ini industri kripto di Indonesia belum memiliki indikator yang mampu menggambarkan kondisi pasar secara keseluruhan. Menurutnya, pergerakan satu token tertentu sering kali tidak mencerminkan kondisi pasar kripto secara umum.
"Di industri kripto Indonesia selama ini tidak ada harga yang akurat yang menggambarkan seperti apa kondisi pasar. Token yang satu bisa berbeda menggambarkannya dengan token yang lain," ujar Subani dalam CFX Crypto Conference di Jakarta, Senin (8/6/2026).
Dia menjelaskan CFX10 akan terdiri atas 10 token dengan kapitalisasi pasar terbesar dan disusun menggunakan data transaksi yang berasal dari seluruh anggota bursa CFX. Dengan demikian, indeks tersebut merepresentasikan konsolidasi harga dari ekosistem perdagangan kripto yang berada di bawah pengawasan regulator Indonesia.
Menurut Subani, kehadiran indeks tersebut penting sebagai sarana stewardship bagi investor dalam mengambil keputusan investasi. Melalui CFX10, investor dapat melihat arah pasar kripto secara keseluruhan tanpa bergantung pada pergerakan satu aset tertentu yang berpotensi menimbulkan persepsi keliru.
"Ini bagus untuk investor melihat kondisi pasar. Jadi bukan hanya pilihan dari satu token yang mungkin bisa misleading karena tidak menggambarkan pasar yang sebenarnya," katanya.
CFX menjelaskan metode penyusunan indeks menggunakan seleksi 10 aset digital dengan kapitalisasi pasar terbesar. Bobot masing-masing aset ditentukan berdasarkan kapitalisasi pasar dengan penerapan batas maksimum (capping) untuk mencegah dominasi satu token terhadap pergerakan indeks.
Selain itu, komposisi indeks akan dievaluasi dan disesuaikan secara berkala setiap tiga bulan guna menjaga relevansi terhadap kondisi pasar terkini.
Pada tahap awal, CFX10 akan difungsikan sebagai penyedia informasi dan acuan pasar. Namun, Subani tidak menutup kemungkinan indeks tersebut menjadi dasar pengembangan produk investasi baru di masa mendatang.
"Kita baru melahirkan indeks ini sebagai informasi data dan acuan harga pasar secara keseluruhan yang diwakili oleh 10 token ini. Namun, tidak menutup kemungkinan ke depannya bisa lahir produk-produk derivatif yang terkait dengan indeks ini," ujarnya.
CFX juga membuka peluang mengembangkan indeks-indeks tematik lainnya, seperti indeks untuk kelompok stablecoin maupun kategori aset kripto tertentu. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkaya referensi investor sekaligus meningkatkan literasi masyarakat terhadap pasar aset digital.
Subani berharap kehadiran CFX10 dapat membantu investor memahami dinamika industri kripto secara lebih transparan. Dengan meningkatnya pemahaman terhadap pergerakan pasar melalui indeks, dia menilai adopsi produk kripto di Indonesia dapat berkembang lebih sehat dan terukur.