Live Timeline
Bisnis.com, JAKARTA — Bursa saham Asia diperkirakan terdorong sentimen pembicaraan perdagangan Amerika Serikat dan China pada perdagangan hari ini, Selasa (14/10/2025). Namun, bursa Jepang diproyeksi melemah.
Melansir Bloomberg, kontrak berjangka indeks Nikkei merosot lebih dari 1% setelah kabar runtuhnya koalisi pemerintahan Jepang memicu kekhawatiran politik domestik, di tengah memanasnya kembali hubungan dagang antara Washington dan Beijing.
Sebaliknya, kontrak saham Hong Kong nyaris tak bergerak, sementara indeks Australia dibuka mendatar. Di sisi lain, indeks saham perusahaan China yang terdaftar di AS melonjak 3,2%, dengan Alibaba Group dan Baidu di posisi teratas. Harga perak pun menembus rekor tertinggi sepanjang masa.
Dari Wall Street, indeks S&P 500 ditutup menguat 1,6% pada Senin, mencatatkan performa terbaik sejak Mei. Penguatan ini menutup sebagian kerugian tajam pada akhir pekan lalu akibat meningkatnya tensi geopolitik antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut. Nasdaq 100 menanjak 2,2%.
Di Asia, Samsung Electronics Co. menikmati lonjakan laba terbesar sejak 2022, didorong booming permintaan teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Fokus utama di kawasan Asia kini tertuju pada Jepang, di mana pasar diperkirakan menghadapi awal perdagangan yang bergejolak setelah koalisi pemerintahan berkuasa resmi bubar. Kondisi politik yang tidak menentu diperkirakan menekan sentimen terhadap obligasi pemerintah Jepang serta menambah ketidakpastian bagi arah kebijakan fiskal.
Investor kini menilai ulang prospek pasar saham Jepang, yang pekan lalu sempat menorehkan rekor tertinggi melalui indeks Nikkei 225 dan Topix—sebelum gejolak politik mengguncang Tokyo.
Proyeksi IHSG
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak sideways pada perdagangan, Selasa (14/10/2025), seiring tekanan dari sentimen global dan memanasnya kembali tensi dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
Indeks komposit ditutup melemah sebesar 0,37% di level 8.227,20, setelah sempat menyentuh posisi terendah intraday di 8.133 dan tertinggi baru di 8.288 pada Senin (13/10/2025). Secara sektoral, saham keuangan mencatatkan koreksi terdalam, sedangkan sektor transportasi menjadi penopang dengan kenaikan tertinggi.
Rupiah di pasar spot juga terpantau melemah tipis ke posisi Rp16.573 per dolar Amerika Serikat (AS), sehingga menambah tekanan bagi pergerakan indeks domestik.
Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan bahwa secara teknikal, indikator Stochastic RSI kini mendekati area overbought dan histogram positif MACD mulai menyempit. Namun, IHSG masih berada di atas MA5 pada kisaran 8.214.
“Dalam jangka pendek, IHSG diperkirakan bergerak sideways di rentang 8.100–8.300, dengan area pivot di 8.200,” ujarnya dalam publikasi riset harian.
Seiring proyeksi tersebut, Phintraco merekomendasikan sejumlah saham pilihan untuk perdagangan besok meliputi saham PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), saham PT Central Omega Resources Tbk. (DKFT), dan PT London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP).