Bisnis.com, JAKARTA — Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menyetujui program pembiayaan empat tahun untuk Ukraina senilai sekitar US$8,1 miliar atau Rp135,9 triliun, di tengah tekanan perang dengan Rusia yang masih berlangsung dan ketidakpastian dukungan internasional.
Melansir Bloomberg pada Jumat (27/2/2026), Dewan eksekutif IMF mengesahkan kesepakatan tersebut menyusul persetujuan tingkat staf antara IMF dan Kyiv pada akhir November 2025.
Adapun, keputusan itu memungkinkan pencairan dana awal sekitar US$1,5 miliar atau setara Rp25,16 triliun secara langsung.
“Ukraina dan rakyatnya telah melewati perang panjang dan menghancurkan selama lebih dari empat tahun dengan ketahanan yang luar biasa,” ujar Kristalina Georgieva, Direktur Pelaksana IMF dalam pernyataan resminya.
Dia melanjutkan, program ini bertujuan menjaga stabilitas makroekonomi dan keuangan yang telah dicapai dengan susah payah, sekaligus memperluas dan memperdalam reformasi struktural selama perang masih berlanjut.
Persetujuan IMF ini menjadi angin segar bagi Ukraina di tengah tantangan di medan perang serta tekanan dari Amerika Serikat agar Kyiv membuat konsesi dalam perundingan damai dengan Rusia.
Namun, keputusan tersebut datang ketika Hongaria masih menahan paket pinjaman Uni Eropa senilai 90 miliar euro (US$106 miliar) untuk Ukraina.
Meski menghadapi blokade dari Hungaria, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan bahwa Ukraina akan tetap menerima dana tersebut “dengan satu cara atau lainnya” saat kunjungannya ke Kyiv pekan ini, bertepatan dengan empat tahun invasi penuh Rusia.
Georgieva mengingatkan risiko terhadap program IMF ini sangat tinggi. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada dukungan berkelanjutan komunitas internasional untuk menutup kesenjangan fiskal dan pembiayaan eksternal serta memulihkan keberlanjutan utang.
"Ini juga bergantung pada komitmen kuat otoritas Ukraina dalam menjalankan reformasi struktural ambisius dan kesiapan mengambil langkah tambahan jika diperlukan," jelas Georgieva.
Dukungan para donor menjadi krusial, mengingat IMF memperkirakan kesenjangan pembiayaan Ukraina mencapai sekitar US$136,5 miliar selama periode program. Ini merupakan program kedua IMF bagi Ukraina sejak invasi Rusia.