Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Republik Belarus Alexander Lukashenko telah tiba di Indonesia pada hari ini, Rabu (1/7/2026) untuk menjalankan kunjungan kenegaraannya ke Indonesia. Kedatangan Lukashenko disambut oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Dalam unggahan di akun Instagram-nya @sjafrie.sjamsoeddin, Sjafrie mewakili Presiden RI Prabowo Subianto menyambut kehadiran Presiden Lukashenko di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta hari ini.
"Kehadiran Presiden Belarus menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan persahabatan Indonesia-Belarus, sekaligus membuka ruang penguatan kerja sama strategis yang saling menghormati dan saling berkontribusi bagi kemajuan kedua bangsa," tulis Sjafrie.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Sugiono telah terlebih dahulu menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Republik Belarus Maxim Ryzhenko, pada Selasa (30/6/2026) di Jakarta. Kunjungan kehormatan itu menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko.
Dalam pertemuan kedua Menteri Luar Negeri itu, dibahas pula rencana pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Lukashenko yang akan berlangsung pada esok hari, Kamis (2/7/2026).
Kedua Menteri juga membahas persiapan penyelengaraan kunjungan kenegaraan, termasuk beberapa kerja sama yang akan menjadi deliverables kunjungan.
Selain itu, dibahas pula upaya penguatan hubungan bilateral Indonesia-Belarus di berbagai bidang, antara lain ekonomi, pertanian, ketahanan pangan, kebudayaan, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Indonesia pun akan menyambut baik rencana peluncuran Road Map for Bilateral Cooperation 2026-2030 yang diharapkan dapat menjadi kerangka kerja untuk mendorong kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan di antara kedua negara.
Belarus sendiri merupakan mitra penting bagi Indonesia di kawasan Eurasia dan menjadi salah satu anggota kunci dari Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU). Indonesia dan EAEU telah menandatangani persetujuan perdagangan bebas (Indonesia – EAEU Free Trade Agreement) pada Desember 2025.