Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengalokasikan anggaran sebesar Rp40 miliar guna perbaikan dan pemeliharaan ruas jalan di seluruh wilayah urban. Penanganan jalan berlubang itu dilakukan oleh sembilan tim satuan tugas, yang mampu menghabiskan hingga 60 ton hotmix per hari.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya Syamsul Hariadi menjelaskan selain mengandalkan patroli rutin, pihaknya juga membuka berbagai kanal pengaduan masyarakat untuk memastikan setiap laporan segera ditindaklanjuti.
"Jadi di Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga itu juga punya Satgas Khusus untuk perbaikan jalan, sama seperti di Satgas Drainase. Sehingga setiap ada laporan atau temuan di lapangan, tim bisa langsung bergerak cepat tanpa harus menunggu lama," ungkap Syamsul, Senin (23/2/2026).
Ia menjelaskan satgas perbaikan jalan terdiri dari sembilan tim yang terbagi dalam lima rayon. Mereka setiap hari berpatroli untuk memantau kondisi jalan di seluruh wilayah Kota Pahlawan.
"Kalau ada jalan berlubang itu dilaporkan, kemudian langsung ditindaklanjuti. Itu untuk percepatan perbaikan jalan, supaya masyarakat tidak terlalu lama terganggu aktivitasnya," bebernya.
Selain berkeliling rutin, Syamsul menyebut segenap anggota Satgas juga aktif menerima laporan dari masyarakat lewat berbagai kanal resmi yang telah disediakan Pemkot Surabaya.
"Satgas tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga memantau informasi yang berkembang di masyarakat," katanya.
Sementara itu, Kepala DSDABM Kota Surabaya Hidayat Syah menegaskan respons satgas di lapangan terhadap laporan masyarakat yang masuk dilakukan secepat mungkin tanpa harus menunggu batas waktu 1x24 jam.
Hidayat juga menjelaskan bahwa jumlah tim Satgas telah ditingkatkan untuk memperkuat respons cepat. Termasuk pembentukan Unit Reaksi Cepat (URC) dan tambahan tim malam hari, terutama selama bulan Ramadan.
"Awalnya lima tim kita, sekarang jadi delapan, ditambah dengan satu yang untuk URC, jadi sembilan tim. Untuk malam hari kami siapkan ada tiga tim karena saat Ramadan ini kan warga banyak berkegiatan, khususnya aktivitas malam hari," paparnya.
Di samping itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Kota Surabaya Dedy Purwito menyebut setiap tim telah dilengkapi truk pengangkut hotmix, kendaraan pikap, serta alat pemadatan seperti stamper dan roller untuk mendukung pekerjaan di lapangan.
“Dalam sehari kita bisa menghabiskan 50-60 ton hotmix. Jadi masing-masing tim itu bisa membawa delapan sampai sembilan ton hotmix di masing-masing truk, sehingga distribusi material ke titik-titik perbaikan bisa cepat," kata Dedy.
Oleh sebab itu, Pemkot Surabaya juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif melaporkan kerusakan jalan melalui berbagai kanal resmi Pemkot Surabaya, seperti aplikasi WargaKu atau layanan darurat 112.
"Kami harapkan juga partisipasi warga untuk memberikan laporan kaitan dengan jalan-jalan yang rusak atau berlubang sehingga kami bisa segera menurunkan tim ke lokasi," pungkasnya.