Bisnis.com, JAKARTA — Emiten properti milik konglomerat Hermanto Tanoko, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE) berpotensi menggalang dana rights issue bernilai jumbo untuk pengembangan proyek Tanrise City dan Resor Taman Dayu.
RISE mengumumkan bahwa perseroan akan melakukan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,33 miliar saham baru.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (21/10/2025), Corporate Secretary RISE Herliani Prayogo mengungkapkan saham baru itu akan diterbitkan dengan nominal Rp100 per saham. Kendati demikian, manajemen RISE belum menetapkan harga pelaksanaan dalam rights issue tersebut.
Sebagai gambaran, saham RISE ditutup di level Rp7.300 pada akhir perdagangan Selasa (21/10/2025). Level itu disentuh setelah RISE melonjak 19,67% pada perdagangan kemarin atau melejit 615,68% sejak awal tahun 2025 (year-to-date/YtD).
Dengan asumsi harga pelaksanaan rights issue menggunakan harga pasar saham RISE saat ini, Tanrise berpotensi menggalang dana segar sebesar Rp9,7 triliun.
Herliani menjelaskan bahwa perseroan berencana menggunakan seluruh dana yang diperoleh dari hasil PMHMETD I ini untuk pengembangan usaha baik secara langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak dan/atau perusahaan asosiasi.
Lebih terperinci, seluruh dana yang diperoleh dari hasil rights issueRISE atau Tanrise akan digunakan untuk pengembangan usaha, antara lain proyek Tanrise City Bandung, Tanrise City Sidoarjo, Kawasan Industri di Banjarbaru Kalimantan, dan Kawasan Resor Taman Dayu.
Selain itu, sebagian dana rights issue juga akan dialokasikan sebagai modal kerja dan melunasi pinjaman perusahaan.
“Perseroan bermaksud untuk meminta persetujuan kepada para pemegang saham Perseroan atas rencana PMHMETD I dalam RUPSLB yang akan diselenggarakan pada tanggal 27 November 2025.”
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.