Bisnis.com, JAKARTA – Emiten migas Group Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) membukukan kenaikan laba bersih 8,54% year on year (YoY) menjadi US$55,65 juta atau setara dengan Rp925,59 miliar sepanjang kuartal III/2025. Pertumbuhan laba bersih ini sejalan dengan lonjakan penjualan yang dicatat perseroan.
Berdasarkan laporan keuangan, penjualan neto selama Januari-September 2025 tercatat sebesar US$361,38 juta. Angka ini tumbuh 13,05% YoY dibanding penjualan neto kuartal III/2024 sebesar US$319,66 juta.
Wakil Direktur Utama & Chief Financial Officer PT Energi Mega Persada, Edoardus Ardianto memaparkan penurunan produksi gas sepanjang kuartal III/2025 terkompensasi dengan harga rata-rata yang melonjak. Sebaliknya, meski produksi minyak perseroan meningkat, harga rata-ratanya mengalami penyusutan.
Adapun, rata-rata produksi minyak perusahaan meningkat sebesar 6% YoY menjadi 8.381 barel per hari. Sedangkan, rata-rata produksi gas susut 2% YoY menjadi 223,6 juta kaki kubik (mcf) per hari.
Walau begitu, harga rata-rata penjualan minyak susut 14% YoY menjadi US$71,14 per barel sedangkan harga rata-rata gas naik 7% menjadi US$6,79 per mcf.
"Dengan disiplin biaya yang berkelanjutan dan peningkatan operasional, laba bruto EMP juga meningkat sebesar 39% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun beban operasional meningkat 3%, EMP berhasil mencatat pertumbuhan laba operasi lebih dari 30%, yang menunjukkan keberhasilan program low-cost, high-impact perseroan," kata Ardianto dalam keterangan tertulis, Rabu (29/10/2025).
Bila total penjualan neto perseroan dibedah, segmen minyak dan gas (migas) tumbuh 4,65% YoY menjadi US$332,64 juta. Rinciannya, penjualan gas bumi tumbuh 9,36% YoY menjadi US$220,49 juta dan penjualan minyak mentah susut 3,54% YoY menjadi US$112,14 juta.
Dari segmentasi lainnya, penjualan dari under lifting dan DMO sepanjang kuartal III/2025 tercatat sebesar US$8,46 juta. Angka ini berbalik dibanding periode kuartal III/2024 saat tercatat over lifting dan DMO sebesar US$13,55 juta.
Terakhir, penjualan dari usaha penjualan lainnya tumbuh 32,20% YoY dari US$15,34 juta menjadi US$20,28 juta.
Sementara itu, beban pokok penjualan perseroan selama Januari-September 2025 mencapai US$236,33 juta, tumbuh 2,86% YoY dari US$229,76 juta pada periode sebelumnya. Alhasil, laba bruto perseroan meningkat 39,10% YoY dari US$89,90 juta menjadi US$125,05 juta.
Sementara dari sisi bottom line, ENRG sepanjang kuartal III/2025 membukukan laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$55,65 juta. Laba bersih ini meningkat 8,54% YoY dari US$51,27 juta dalam periode sebelumnya.
”Kinerja keuangan EMP yang semakin membaik mencerminkan fokus perseroan pada efisiensi dan profitabilitas," pungkasnya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.