Bisnis.com, JAKARTA - Layar lebar Indonesia kedatangan film Korea terbaru, Project Y yang dibintangi duo aktris 'aura labrak' Han So-hee dan Jeon Jong-seo, tayang mulai hari Jumat (6/3/2026).
Sekadar info, buat para penggemar drama dan serial Korea di Indonesia, kedua aktris yang juga sahabat di dunia nyata itu begitu identik dengan sebutan aura labrak, sebab punya persona tegas dan paras cantik-garang dalam satu paket.
Han So-hee secara khusus sempat menjadi musuh ibu-ibu seantero Tanah Air, berkat performa apiknya sebagai perebut suami orang alias pelakor, dalam The World of Marriage (2020).
Sementara itu, Jeon Jong-seo terkenal sebagai spesialis genre aksi dan triler sejak awal kariernya, tepatnya sebagai pembunuh berantai dalam film besutan Netflix Original bertajuk The Call (2020).
Keduanya terbilang sukses menjadi daya tarik utama dalam film heist modern bergaya neo-noir ini, sebagai dua sahabat yang harus bertahan dari kerasnya kehidupan urban di distrik pusat hiburan Gangnam, Seoul.
So-hee memerankan Mi-sun yang bekerja sebagai lady companion di salah satu tempat minum elite. Sementara Jong-seo menjadi Do-kyung, wanita kuat yang bukan cuma sopir biasa, tapi malang-melintang di dunia kriminal perkotaan, terutama sebagai kurir narkoba.
Tekanan ekonomi dan keterbatasan pilihan hidup sebenarnya tak membuat keduanya menyerah meraih impian dan pensiun dari kehidupan malam: hidup nyaman seperti orang normal lewat membuka toko bunga.
Namun, semua itu lenyap saat mereka terkena penipuan perkara real estat. Seperti jatuh tertimpa tangga, uang mereka pun habis karena akal-akalan platform judi daring.
Lantas, muncul tawaran menjadi kriminal: mencuri uang dari bos mafia. Pekerjaan kotor itu pun seketika diambil, sebab turut berhubungan dengan upaya merebut kembali hak-hak mereka.
Rentetan konflik akibat kondisi tersebut membawa duo aktris aura labrak itu harus bisa memerankan pesona wanita kuat tapi rapuh dari dalam.
Secara umum keduanya berhasil, sebab ada momen terpuruk So-hee yang begitu memukau. Beberapa situasi dilematis juga sukses memecah habis aura garang Jong-seo.
Selain performa kedua tokoh utama, sinematografi neo-noir dengan warna-warni lampu neon khas kehidupan malam kawasan urban juga memanjakan mata.
Sutradara Lee Hwan beserta kru pencahayaan dan penata busana patut diacungi jempol, sebab berhasil membuat mayoritas frame begitu estetis, seraya memaksimalkan pesona para tokoh utama.
Hanya saja, kekurangan utama film ini adalah plot yang sangat to-the-point sampai terkesan terlalu sederhana, membuat keputusan segelintir tokoh jadi kurang logis buat benar-benar terjadi di dunia nyata.
Alhasil, buat para penonton yang benar-benar menyukai genre fiksi kriminal secara umum yang suka letupan-letupan thought-provoking, jangan terlalu berharap ada banyak kejutan.
Film ini lebih cocok buat yang ingin bersantai menikmati visual apik, disertai performa dua karakter wanita dengan perkembangan emosi yang signifikan dari awal sampai akhir.