Bisnis.com, JAKARTA - Kurang dari beberapa hari lagi, umat Muslim akan menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan ini selalu dinanti sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain persiapan fisik dan mental, masyarakat Muslim juga kerap melakukan berbagai amalan sebagai bentuk penyucian diri lahir dan batin, salah satunya adalah mandi sebelum memasuki bulan Ramadan.
Di tengah tradisi tersebut, sering kali muncul anggapan bahwa mandi wajib menjelang puasa Ramadan merupakan suatu keharusan. Bahkan, tidak sedikit tulisan di media massa maupun media sosial yang seolah-olah mewajibkan mandi besar sebelum puasa dimulai. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, khususnya bagi masyarakat awam, seakan-akan mandi wajib menjadi syarat sah puasa. Lantas, bagaimana sebenarnya hukum mandi wajib menjelang puasa Ramadan menurut ajaran Islam?
Hukum Mandi Wajib Menjelang Ramadan
Pada dasarnya, Islam memang sangat menekankan kebersihan, baik kebersihan fisik maupun spiritual. Menyambut bulan suci Ramadan, umat Muslim dianjurkan untuk membersihkan diri, memperbanyak istighfar, serta mempersiapkan hati agar lebih khusyuk dalam beribadah.
Salah satu bentuk persiapan tersebut adalah mandi sunnah sebelum memasuki bulan Ramadan. Mandi ini bertujuan untuk menyucikan diri secara lahir dan batin, memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu, serta menyiapkan diri menjalani ibadah puasa dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih.
Namun, perlu ditegaskan bahwa mandi sebelum puasa Ramadan hukumnya sunnah, bukan wajib. Artinya, mandi ini dianjurkan untuk dilakukan, tetapi tidak berdosa jika ditinggalkan. Mandi hanya menjadi wajib bagi orang yang memiliki hadats besar, seperti junub, haid, atau nifas, agar dapat melaksanakan ibadah yang memang mensyaratkan kesucian, seperti solat.
Kesalahpahaman yang sering terjadi adalah anggapan bahwa seseorang harus mandi wajib sebelum imsak agar puasanya sah. Padahal, puasa tidak mensyaratkan seseorang harus suci dari hadats besar sejak sebelum Subuh.
Orang yang mengalami hadats junub pada malam hari baik karena mimpi basah maupun hubungan suami istri tetap sah puasanya meskipun belum sempat mandi wajib hingga waktu Subuh, selama ia berniat puasa dan memenuhi syarat serta rukun puasa lainnya.
Hal ini ditegaskan dalam kitab al-Mausu’atul Fiqhiyyah (16/55) yang menyatakan:
يَصِحُّ مِنْ الْجُنُبِ أَدَاءُ الصَّوْمِ بِأَنْ يُصْبِحَ صَائِمًا قَبْل أَنْ يَغْتَسِل...
Artinya, “Orang yang memiliki hadats junub sah melaksanakan puasa meski ia belum sempat mandi besar hingga pagi hari. Siti ‘Aisyah dan Ummu Salamah bersaksi bahwa Rasulullah SAW pernah memasuki waktu pagi dalam keadaan junub bukan karena mimpi basah, kemudian beliau mandi besar dan tetap berpuasa.”
Dengan demikian, jelas bahwa mandi wajib bukan syarat atau rukun puasa.
Anjuran Mandi Sunnah di Bulan Ramadan
Meski mandi wajib tidak diwajibkan sebelum puasa, Islam tetap menganjurkan mandi sunnah. Bahkan, dalam beberapa kitab fikih dijelaskan bahwa mandi sunnah dianjurkan dilakukan setiap malam di bulan Ramadan, bukan hanya menjelang awal Ramadan saja.
Dalam kitab Hasyiyah al-Bajuri (1/81) dijelaskan:
...وَلِكُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ...
Artinya, “Di antara mandi-mandi sunnah adalah mandi pada setiap malam di bulan Ramadan.”
Anjuran ini menunjukkan betapa Islam sangat memperhatikan kebersihan dan kesucian diri, terutama dalam bulan penuh ibadah.
Niat Mandi Sunnah Sebelum Ramadan
Niat merupakan rukun penting dalam setiap ibadah, termasuk mandi sunnah. Niat dilakukan dalam hati semata-mata karena Allah SWT. Adapun lafal niat mandi sunnah sebelum Ramadan adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ أَدَاءَ الْغُسْلِ الْمَسْنُونِ لِي فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: "Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadan karena Allah Ta’ala."
Tata Cara Mandi Sunnah Sebelum Ramadan
Tata cara mandi sunnah sebelum Ramadan pada dasarnya sama dengan mandi wajib atau mandi besar, yaitu:
- Membaca niat dalam hati dan mengucapkan basmalah
- Membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali
- Membersihkan kemaluan dan area sekitarnya
- Berwudhu seperti wudhu sebelum solat
- Membasahi kepala sebanyak tiga kali
- Menyiram seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan lalu kiri, hingga merata
Mandi sunnah ini dapat dilakukan kapan saja sebelum memasuki bulan Ramadan. Namun, waktu yang paling utama adalah pada hari terakhir bulan Sya’ban atau malam pertama Ramadan sebelum solat Subuh.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak ada kewajiban mandi wajib menjelang bulan Ramadan karena mandi wajib bukan termasuk syarat atau rukun puasa. Yang dianjurkan adalah mandi sunnah sebagai bentuk persiapan lahir dan batin menyambut bulan suci.
Adapun mandi wajib hanya diwajibkan bagi orang yang memiliki hadats besar agar dapat melaksanakan ibadah yang mensyaratkan kesucian, seperti solat. Puasa tetap sah meskipun seseorang belum mandi wajib hingga waktu Subuh, selama niat dan ketentuan puasa terpenuhi.
Dengan pemahaman yang benar, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan tenang, khusyuk, dan penuh keyakinan. Semoga seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT dan mengantarkan kita pada kemenangan di hari Idul Fitri.