Bisnis.com, JAKARTA — Pola makan sehat kian disorot seiring upaya mencegah penyakit kronis dan penurunan fungsi kognitif, dengan serat menjadi salah satu nutrisi penting yang perannya besar namun masih kerap terabaikan.
Serat tidak hanya berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan, tetapi juga terbukti mendukung kesehatan otak dan daya pikir melalui pola makan tinggi biji-bijian utuh, buah, kacang-kacangan, dan sayuran yang berdampak positif bagi fungsi kognitif.
Penelitian terkini menunjukkan serat berperan penting dalam memperkuat mikrobioma usus dan memengaruhi gut-brain axis, yakni jalur komunikasi antara usus dan otak. Mekanisme ini diyakini dapat memperlambat penurunan kognitif seiring bertambahnya usia.
Profesor mikrobiologi usus dari Rowett Institute, University of Aberdeen, Karen Scott, menyebut peningkatan asupan serat sebagai salah satu perubahan pola makan paling berdampak bagi kesehatan otak.
“Kekurangan serat justru menjadi salah satu faktor risiko utama dalam pola makan modern yang berkontribusi pada berbagai gangguan kesehatan,” ujar Karen Scott, Profesor mikrobiologi usus dari Rowett Institute, University of Aberdeen, dikutip dari BBC, Kamis (29/1/2026).
Meski manfaatnya besar, konsumsi serat global masih tergolong rendah. Data menunjukkan lebih dari 90% orang dewasa di Inggris dan Amerika Serikat belum memenuhi kebutuhan serat harian yang dianjurkan.
Serat adalah karbohidrat yang tidak dicerna sepenuhnya oleh tubuh, berperan menjaga kesehatan usus, membantu kenyang lebih lama, menstabilkan gula darah, serta berkaitan dengan indeks massa tubuh yang lebih rendah.
Profesor emeritus gastroenterologi eksperimental dari University of Dundee, John Cummings, menyebut serat sebagai nutrisi esensial yang berkontribusi pada umur panjang.
“Tinjauan ilmiah menunjukkan konsumsi serat tinggi berkaitan dengan penurunan risiko kematian hingga 30%,” katanya.
Cummings menjelaskan asupan sekitar 25–30 gram serat per hari dapat menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, dan kanker usus besar. Manfaat tersebut setara dengan pencegahan sekitar 13 kematian per 1.000 orang.
Serat berperan mendukung kesehatan otak melalui mikrobiota usus, karena proses fermentasinya menghasilkan asam lemak rantai pendek seperti butirat yang membantu melindungi usus dan mencegah zat berbahaya masuk ke aliran darah.
Karen Scott menjelaskan butirat memiliki kaitan langsung dengan fungsi kognitif.
“Semakin banyak serat yang dikonsumsi, semakin besar produksi butirat, dan hal ini berpotensi menjaga kemampuan kognitif,” ujarnya.
Studi pada 2022 terhadap lebih dari 3.700 orang dewasa menunjukkan asupan serat tinggi berkaitan dengan risiko demensia yang lebih rendah. Temuan serupa juga terlihat pada kelompok usia lanjut yang mengonsumsi serat lebih tinggi dengan hasil fungsi kognitif yang lebih baik.
Penelitian eksperimental terbaru yang dipimpin dosen geriatri King’s College London, Mary Ni Lochlainn, menunjukkan konsumsi suplemen serat prebiotik dapat meningkatkan skor tes kognitif dalam waktu tiga bulan.
“Mikrobioma usus bersifat fleksibel dan berpotensi besar dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan otak pada usia lanjut,” jelasnya.
Ni Lochlainn menilai pendekatan berbasis nutrisi membuka peluang baru dalam memperlambat penurunan kognitif dan fisik. Menurutnya, optimalisasi mikrobioma dapat membuat proses menua menjadi lebih sehat dan berkualitas.
Karen Scott menegaskan manfaat serat begitu besar bagi kesehatan menyeluruh.
“Meningkatkan asupan serat adalah salah satu langkah paling sederhana namun paling berdampak yang bisa dilakukan untuk kesehatan jangka panjang,” tutupnya.
Fungsi serat
Dilansir dari laman dinkes.kalbarprov, serat terutama berfungsi pada proses pencernaan dan menjaga tubuh sehat dengan mengkonsumsi serat pangan. Serat banyak terdapat pada buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan serelia.
Fungsi utama dari serat antara lain:
Melancarkan buang air besar yang akan mencegah terjadinya konstipasi dan wasir.
Membuat agar makanan yang tidak terserap di usus dapat segera dikeluarkan sehingga mengurangi kemungkinan terserapnya racun yang terdapat dari sisa makanan yang tidak terserap.
Menjaga berat badan tetap ideal karena sifat serat yang dapat mencegah penyerapan lemak dan memberi rasa kenyang yang akan membantu keinginan untuk mengkonsumsi makanan.
Menjaga kolesterol dan gula darah pada angka yang stabil. Kestabilan kolesterol dan gula darah dapat mencegah berbagai penyakit yang membahayakan seperti diabetes atau penyakit jantung.
Kebutuhan serat harian tubuh berbeda-beda, tergantung pada usia dan jenis kelamin:
Anak-anak: 11-23 gram per hari
Remaja laki-laki: 37 gram per hari
Remaja perempuan: 29 gram per hari
Laki-laki dewasa: 36 gram per hari
Perempuan dewasa: 30–32 gram per hari
Serat adalah jenis karbohidrat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh. Serat memiliki banyak manfaat bagi tubuh, di antaranya: Memperlancar sistem pencernaan, Membuat kita tetap merasa kenyang, Menormalkan kadar gula di dalam darah, Menurunkan risiko diabetes dan penyakit jantung.
Untuk memenuhi kebutuhan serat, Anda dapat:
Mengonsumsi buah dan sayuran secara rutin, seperti jeruk, pir, apel, pisang, alpukat, buah beri, brokoli, dan sayuran hijau
Mengonsumsi biji-bijian dan kacang-kacangan, seperti biji chia, flax seed, dan kacang almon
Mengganti beras putih dengan beras merah
Mengganti daging merah dengan kacang-kacangan dan polong-polongan
Anda juga harus: Menambah serat secara perlahan dan bertahap, Mengonsumsi cukup air putih, Membaca label nutrisi pada setiap makanan.