Bisnis.com, JAKARTA – PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) akan membagikan dividen dengan total nilai Rp1,53 triliun atau Rp800 per saham dari laba bersih tahun buku 2025.
Keputusan tersebut telah direstui pemegang saham dalam Rapat Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 23 Juni 2026 di Kediri, Jawa Timur.
Melansir risalah RUPST dalam keterbukaan informasi, cum dividen atau akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen ditetapkan pada 1 Juli 2026 untuk pasar reguler dan negosiasi, serta 3 Juli 2026 untuk pasar tunai.
Sementara itu, ex dividen atau awal perdagangan saham tanpa hak dividen ditetapkan pada 2 Juli 2026 untuk pasar reguler dan negosiasi, serta 6 Juli 2026 untuk pasar tunai.
Kemudian, tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen (recording date) ditetapkan pada 3 Juli 2026. Dividen GGRM akan dibayarkan pada 23 Juli 2026.
Adapun, sepanjang 2025 emiten rokok ini membukukan laba bersih Rp1,56 triliun. Angka ini tumbuh hampir 60% secara year on year (YoY). Besaran dividen yang dibagikan GGRM dari tahun buku 2025 mencerminkan dividend pay out ratio mencapai 98%.
"Laba yang tidak dibagikan akan dimasukkan dalam akun saldo laba dan akan digunakan untuk menambah modal kerja perseroan," tulis manajemen, Kamis (25/6/2026).
Menilik neraca keuangan perseroan per akhir 2025, GGRM mencatat total aset Rp75,25 triliun, atau turun 11,4% YoY. Aset itu terdiri dari liabilitas yang totalnya sebesar Rp12,68 triliun dan ekuitas sebesar Rp62,57 triliun. Keduanya masing-masing turun 44,9% YtD dan meningkat 1,1% YtD.
Produsen rokok ini tahun lalu sukses membukukan pertumbuhan laba bersih meski top line-nya terpangkas. GGRM mencatat koreksi pendapatan 9,4% YoY menjadi Rp89,37 triliun. Koreksi ini terkompensasi dengan perampingan bisnis perseroan sehingga laba bersihnya meningkat.
Adapun, GGRM tercatat menjadi emiten yang royal membagikan dividen. Sejak tahun buku 2018, produsen rokok ini hanya absen memberikan dividen pada 2019 dan 2023. Terakhir kali GGRM membagikan dividen adalah pada 2025, atau dari tahun buku 2024 dengan besaran total Rp962,04 miliar atau Rp500 per saham.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.