Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 4,9% menjadi Rp57,5 triliun sepanjang 2025.
Selain itu, BCA secara konsolidasian mencatat pertumbuhan kredit 7,7% secara year on year menjadi Rp993 triliun per Desember 2025. Secara rata-rata pertumbuhan kredit BCA mencapai 10,8% sepanjang 2025.
Penyeluruhan kredit BCA terdistribusi ke berbagai sektor seperti manufaktur, perdagangan, restoran, hotel dan rumah tangga. BCA juga menyampaikan giro dan CASA naik 13,1% year on year (yoy) hingga mencapai Rp1.045 triliun.
Jika dibandingkan konsensus Bloomberg, laba bersih BCA pada 2025 diproyeksikan mencapai sekitar Rp57,7 triliun, meningkat dibandingkan realisasi 2024 yang diperkirakan berada di kisaran Rp54,8 triliun. Dengan demikian, laba bersih BCA diperkirakan tumbuh sekitar 5% secara tahunan (year on year/yoy).
Lalu laba per saham (adjusted basic EPS) diproyeksikan naik dari sekitar Rp445 pada 2024 menjadi Rp468,6 pada 2025. Dari sisi pendapatan, net revenue BCA pada 2025 diperkirakan mencapai Rp115,7 triliun, meningkat dari sekitar Rp107,4 triliun pada 2024.
Konsensus memperkirakan net interest margin (NIM) BCA relatif stabil dengan kecenderungan menguat, dari sekitar 5,80% pada 2024 menjadi 5,87% pada 2025.
Dari sisi efisiensi permodalan, return on equity (ROE) BCA diproyeksikan sedikit turun dari sekitar 21,72% pada 2024 menjadi 21,09% pada 2025. Likuiditas BCA diperkirakan tetap sangat kuat. Rasio dana murah (CASA) diproyeksikan meningkat dari sekitar 81,07% pada 2024 menjadi 82,36% pada 2025.
Sementara itu, dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL) diperkirakan berada di level 1,92% pada 2025, sedikit lebih tinggi dibandingkan sekitar 1,80% pada 2024.