Bisnis.com, GARUT- Pemerintah Kabupaten Garut mengklaim daerahnya kini berada dalam jajaran enam besar kabupaten dengan pengembangan ekonomi kreatif terbaik di tingkat nasional.
Klaim tersebut menjadi penegasan arah kebijakan daerah yang menempatkan seni dan budaya sebagai penggerak ekonomi.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, menyebut posisi tersebut menunjukkan peningkatan peran sektor kreatif Garut di kancah nasional.
"Kami memandang capaian ini sebagai modal strategis untuk memperluas kontribusi seni dan budaya terhadap pembangunan ekonomi lokal," ujar Beni, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, pencapaian itu menempatkan Garut sejajar dengan sejumlah daerah yang lebih dulu dikenal sebagai pusat ekonomi kreatif, baik di tingkat kabupaten maupun perkotaan.
Beni mengemukakan pengakuan sebagai salah satu daerah ekonomi kreatif teratas secara nasional dinilai tidak lepas dari kuatnya basis seni dan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat Garut. Aktivitas kesenian yang beragam, mulai dari seni pertunjukan hingga seni rupa dan sastra, dianggap telah membentuk ekosistem kreatif yang hidup dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah melihat ekosistem tersebut bukan sekadar ekspresi budaya, melainkan juga sumber nilai tambah ekonomi.
Dalam konteks itu, Pemkab Garut menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan para pelaku seni. Seni dan budaya diposisikan sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus instrumen pengembangan ekonomi kreatif.
"Tanpa dukungan komunitas dan lembaga seni, pencapaian di sektor kreatif sulit dipertahankan apalagi ditingkatkan," ujarnya.
Beni mengatakan, musyawarah seniman yang digelar Dewan Kesenian Garut (DKG) dianggap menjadi salah satu ruang konsolidasi penting dalam menjaga kesinambungan ekosistem tersebut. Forum ini tidak hanya membahas regenerasi kepengurusan organisasi seni, tetapi juga menegaskan peran kelembagaan kesenian dalam mendukung kebijakan ekonomi kreatif daerah.
Bagi pemerintah, keberadaan DKG dipandang sebagai mitra strategis dalam merumuskan arah pengembangan seni yang selaras dengan kebutuhan pembangunan.
Selain itu, Pemkab Garut juga menyoroti pentingnya tata kelola yang tertib dan profesional dalam organisasi seni. Legalitas, struktur organisasi, serta pembagian peran dinilai krusial agar sektor seni mampu berkontribusi secara lebih terukur terhadap perekonomian.
"Dengan pengelolaan yang lebih rapi, pemerintah berharap potensi seni dan budaya dapat diintegrasikan ke dalam berbagai program ekonomi kreatif, mulai dari pariwisata hingga industri berbasis komunitas," tuturnya.
Meski demikian, Pemkab Garut menekankan, klaim enam besar nasional harus diikuti dengan langkah konkret. Pemerintah menyatakan akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar pengembangan ekonomi kreatif tidak berhenti pada pengakuan semata. Seni dan budaya diharapkan mampu memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan pelaku seni dan masyarakat luas.
"Dengan menempatkan seni dan budaya sebagai fondasi ekonomi kreatif, kami optimistis posisi Garut di tingkat nasional dapat terus diperkuat," ujarnya.