Bisnis.com, JAKARTA - Rusia mengungkap perjanjian perdagangan bebas atau free trade agreement antara Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) berpotensi mendorong pertumbuhan perdagangan bilateral kedua pihak.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menuturkan, perjanjian perdagangan bebas Indonesia EAEU dijadwalkan akan ditandatangani pada Minggu (21/12/2025) di Saint Petersburg, Rusia.
Dia menyebut, selain penandatanganan perjanjian, para pemimpin negara EAEU akan menggelar pertemuan dengan para pejabat Indonesia.
"Berdasarkan informasi yang kami terima secara resmi dari pihak Indonesia, perjanjian tersebut akan ditandatangani oleh Menteri Perdagangan RI, Bapak Budi Santoso," ujarnya dalam media briefing pada Jumat (19/12/2025) di Jakarta.
Dia menuturkan, substansi detail terkait FTA tersebut belum dipublikasikan. Namun, dia mengatakan mayoritas barang yang diperdagangkan akan mendapatkan fasilitas tarif nol persen.
“Berdasarkan informasi yang saya dengar dari berbagai sumber, sekitar 80% bahkan lebih dari 90% barang dari kedua belah pihak, baik dari negara anggota EAEU maupun dari Indonesia, akan dikenakan tarif nol persen,” kata Tolchenov.
Menurut Tolchenov, penghapusan tarif tersebut berpotensi memperlancar arus perdagangan dan meningkatkan nilai transaksi antara Indonesia dan negara-negara anggota EAEU. Dia berharap perjanjian tersebut dapat diimplementasikan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha di kedua kawasan.
Lebih lanjut, Tolchenov menekankan bahwa kerja sama perdagangan bersifat dua arah. Indonesia dan negara-negara anggota EAEU diharapkan sama-sama mampu memanfaatkan FTA ini untuk meningkatkan ekspor maupun impor.
“Kami melihat adanya kebutuhan terhadap berbagai produk dari Indonesia. Kerja sama perdagangan adalah hubungan timbal balik—bukan hanya mengekspor, tetapi juga mengimpor,” katanya.
Tolchenov juga menekankan, Rusia tidak berencana menerapkan kebijakan tarif tambahan terhadap produk Indonesia. Dia membandingkan pendekatan tersebut dengan kebijakan proteksionis yang pernah diterapkan pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Dia berharap FTA Indonesia - EAEU akan membantu meningkatkan perdagangan bilateral secara signifikan, membawa lebih banyak produk ke Rusia, serta memperluas impor dari Indonesia.
Adapun, Tolchenov menuturkan, Rusia masih menunjukkan minat kuat terhadap sejumlah komoditas unggulan Indonesia, khususnya produk pertanian. Beberapa di antaranya adalah kopi, kakao, serta minyak sawit yang selama ini menjadi komoditas ekspor utama Indonesia ke Rusia.
“Kami tetap tertarik pada produk-produk Indonesia. Rusia siap untuk memperkuat kerja sama perdagangan ini,” katanya.