Bisnis.com, JAKARTA – PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) menggandeng PT Ormat Geothermal Indonesia membentuk usaha patungan di bidang energi sebagai upaya untuk diversifikasi bisnis ke energi hijau.
Hidayat Dwiputro Sulaksono, Sekretaris Perusahaan Archi Indonesia, menjelaskan perseroan bersama Ormat membentuk usaha patungan yaitu PT Toka Tindung Geothermal. Di dalamnya, ARCI memegang kepemilikan sebesar 5% dan Ormat sebesar 95%.
"Perusahaan Usaha Patungan sebagaimana telah disebutkan di atas akan memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan usaha Perseroan dan Entitas Anak, di mana kegiatan usaha atas Perusahaan Usaha Patungan tersebut memiliki prospek untuk dapat melakukan produksi dan penjualan tenaga listrik dengan fasilitas panas bumi," tulis Hidayat dalam keterbukaan informasi, Rabu (12/11/2025).
Adapun, tujuan pembentukan usaha patungan ini disebut untuk bekerja sama mengembangkan program pengeboran, eksplorasi, dan rancangan, serta pengadaan, pembiayaan, konstruksi, pengujian, komisioning, kepemilikan, pengelolaan, pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas panas bumi yang akan dilaksanakan di dalam Konsesi Pertambangan entitas ARCI yaitu PT Meares Soputan Mining dan PT Tambang Tondano Nusajaya.
Sebelumnya, Investor Relation ARCI Fredric mengatakan proyek ini telah mengantongi izin panas bumi dan ditetapkan Pemerintah sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
"Proyek ini menandai diversifikasi portofolio energi hijau perseroan," ujarnya, Senin (3/11/2025).
Saat ini, paparnya melalui TTG, perseroan menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dengan kapasitas terpasang sebesar 40 Megawatt (MW) di wilayah Toka Tindung, Sulawesi Utara.
Dalam tahap pengembangannya, proyek ini turut didukung oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) melalui program Geothermal Resource Risk Mitigation (GREM) yang bekerja sama dengan World Bank.
Dia menilai langkah kolaboratif antara Ormat dan SMI dalam mendorong pembiayaan berbasis mitigasi risiko tersebut dapat mempercepat eksplorasi dan penguatan infrastruktur energi bersih di wilayah Toka Tindung.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.