Bisnis.com, SURABAYA — Perusahaan logistik global, DHL Express, merogoh investasi senilai 9,8 juta euro atau setara Rp190,6 miliar, bangun fasilitas logistik Surabaya Gateway and Service Centre.
Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia, Ahmad Mohamad, mengatakan fasilitas logistik seluas 10.000 m² ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas di Jatim sekaligus mendukung visi Indonesia menjadi pusat logistik dunia pada 2045.
“Investasi tersebut mencakup 9,8 juta euro untuk menghadirkan fasilitas terpadu yang menggabungkan operasi bandara dengan layanan first dan last mile,” ujarnya saat acara peresmian Surabaya Gateway and Service Centre di Sidoarjo, Kamis (04/12/2025.
Menurutnya, fasilitas ini dirancang untuk mengakselerasi arus logistik dan perdagangan nasional.
Dia menegaskan pula, Surabaya Gateway bukan sekadar infrastruktur, tetapi katalis pertumbuhan ekonomi yang memperkuat daya saing pelaku usaha di pasar global.
Ahmad menyebut Jawa Timur berkontribusi sekitar 15% terhadap PDB nasional, ditopang konsumsi rumah tangga, investasi asing, dan kinerja ekspor nonmigas.
DHL menilai potensi industri nasional dan regional akan semakin meningkat apabila rantai pasok mampu mengikuti kebutuhan distribusi yang cepat dan efisien.
"Surabaya menjadi bagian dari jaringan strategis DHL di Indonesia, setelah investasi di Jakarta, Semarang, Batam, dan Medan. Fasilitas di Semarang yang beroperasi sejak 2018 disebut berhasil mendorong peningkatan ekspor dan volume pengiriman hingga 47%, terutama untuk sektor manufaktur dan bahan baku," katanya.
Dia menjelaskan, investasi di Surabaya dipandang sebagai langkah berikutnya untuk memperkuat jaringan logistik nasional sekaligus membuka peluang ekspor, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).
Senior Vice President Network Operations & Aviation Asia Pacific DHL Express, Peter Bardens, mengatakan fasilitas tersebut bertujuan memperkuat konektivitas jaringan untuk mendukung perdagangan lintas benua.
“Indonesia adalah salah satu dari 20 pasar dengan potensi pertumbuhan tercepat,” tuturnya.
Peter menjelaskan fasilitas baru ini diproyeksikan mencatat pertumbuhan volume pengiriman sebesar 2% per tahun, didorong permintaan dari kawasan industri Gresik, Pasuruan, dan Malang, yang menghasilkan produk tekstil, furnitur, dan barang konsumsi.
Menurutnya, Surabaya Gateway berlokasi sekitar 15 menit dari Bandara Internasional Juanda dan mengintegrasikan operasi gateway dan service center dalam satu area. Konfigurasi tersebut diklaim mampu meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat proses pengiriman, dan meminimalkan waktu transit.