Bisnis.com, JAKARTA — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo merombak susunan direksi dengan mengangkat Achmad Muchtasyar sebagai Direktur Utama. Perusahaan juga menambah jabatan baru yaitu Wakil Direktur Utama yang diisi oleh Drajat Sulistyo.
Dilansir dari laman resmi perusahaan, Senin (23/2/2026) Perusahaan pelabuhan BUMN itu juga mengangkat Prasetyadi sebagai Direktur Operasi. Sementara, Direktur Komersial dijabat oleh Farid Padang. Kemudian, Boy Robyanto bergeser dari Direktur Investasi menjadi Direktur Manajemen Risiko. Adapun Hendri Ginting diangkat menjadi Direktur Kelembagaan.
Berikut susunan baru jajaran direksi Pelindo:
- Direktur Utama: Achmad Muchtasyar
- Wakil Direktur Utama: Drajat Sulistyo
- Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum: Dwi Fatan Lilyana
- Direktur Manajemen Risiko: Boy Robyanto
- Direktur Keuangan: Bachtiar Soeria Atmadja
- Direktur Teknik: M Suriawan Wakan
- Direktur Komersial: Farid Padang
- Direktur Pengembangan: Prasetyo
- Direktur Operasi: Prasetyadi
- Direktur Kelembagaan: Hendri Ginting
Profil Achmad Muchtasyar
Lahir pada 19 Februari 1973, Achmad mengawali pendidikan tinggi di Universitas Trisakti dengan mengambil jurusan Teknik Perminyakan dan lulus pada 1997.
Ia kemudian melanjutkan studi Magister Teknik Industri di University of New Haven, Amerika Serikat, yang diselesaikan pada 2000. Tak berhenti di sana, ia juga meraih gelar Sarjana Ilmu Hukum dari Universitas Bhayangkara pada 2020 serta menyelesaikan Program Profesi Insinyur di Universitas Gadjah Mada pada 2023.
Karier profesionalnya dimulai di perusahaan migas multinasional ExxonMobil sebagai procurement service analyst pada awal 2000-an. Pengalaman di sektor hulu migas berlanjut melalui sejumlah posisi strategis di SKK Migas dan BPH Migas, yang memperkaya pemahamannya terhadap tata kelola industri energi nasional.
Achmad kemudian memperluas kiprahnya ke sektor korporasi dan BUMN. Ia sempat menjabat Chief Business Development Officer di Bakrie Metal Industry, sebelum dipercaya menduduki posisi strategis di berbagai perusahaan pelat merah.
Pada 2020–2021, ia menjabat Direktur Pengembangan Usaha PT Rekayasa Industri. Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Direktur Infrastruktur dan Teknologi di PT PGN Tbk, anak usaha Subholding Gas PT Pertamina (Persero).
Namanya juga sempat mencuat ketika ditunjuk sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada awal 2025. Setelah itu, ia mengemban amanah sebagai Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga sebelum akhirnya dipercaya memimpin Pelindo.