Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan alasan lalu lintas penumpang pesawat domestik pada libur Nataru 2025/2026 tak seramai Nataru sebelumnya.
Pasalnya preferensi masyarakat tampak bergeser menggunakan moda laut dan kereta api ketimbang pesawat. Tercermin dari kontraksi tipis sebesar -0,91% pada jumlah penumpang pesawat domestik, dari 7,39 juta penumpang pada 2024 menjadi 7,32 juta orang pada Nataru 2025/2026, sementara penyebrangan, laut, dan kereta api tumbuh dua digit.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa pun mengonfirmasi hal tersebut. Kemungkinannya, masyarakat lebih memilih moda lain akibat faktor cuaca. Namun, dirinya tak mengonfirmasi perihal tarif yang disebut-sebut mahal.
“Mereka memilih moda lain, mungkin karena cuaca ya,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenhub, Senin (5/1/2026).
Padahal, lalu lintas pesawat dalam negeri yang mengudara selama Nataru atau pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 meningkat sebesar 2,54% (year on year/YoY). Termasuk adanya pengajuan extra flight hingga 329 penerbangan.
Secara total untuk penumpang dalam dan luar negeri, Lukman melaporkan terdapat 9.525.136 orang pada Nataru 2025/2026 atau naik 0,65% dari capaian Nataru 2024/2025 yang sebanyak 9.463.494 orang.
Pada saat jumlah penumpang dalam negeri susut, penumpang luar negeri justru menunjukkan akselerasi sebesar 6,22% menjadi 2.196.470 orang, dari periode sebelumnya yang sebanyak 2.067.845 orang.
Sementara total pesawat dalam negeri mencapai 70.675 penerbangan, naik 2,54% dari Nataru 2024/2025 yang sebanyak 68.924. Kemudian pesawat internasional lalu lalang sebanyak 12.883 penerbangan atau naik 7,43% dari 11.994 penerbangan.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto pun mengamini memang terjadi penurunan untuk domestik.
Bayu yang juga memimpin PT TransNusa Aviation Mandiri tersebut menuturkan, penyebabnya termasuk preferensi masyarakat yang mungkin bosan berwisata di dalam negeri dan lebih memilih ke luar negeri pada libur akhir tahun kemarin.
“Penyebabnya bisa beberapa hal, seperti pindah ke moda KA dan bis/travel/mobil pribadi untuk yang disewa di Jawa khususnya atau bosan dengan destinasi wisata dalam negeri ataupun khawatir cuaca ekstrem,” tuturnya kepada Bisnis, Senin (5/1/2026).
Penerbangan domestik sejatinya memang masih perlu usaha besar, terlebih belum pulih dari pandemi Covid-19.
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) pun sebelumnya memprediksi jumlah penumpang maupun pergerakan pesawat selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 juga belum sepenuhnya pulih dari era pandemi Covid-19.
Tingkat pemulihan atau recovery rate jumlah penumpang selama periode 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 diprediksi sebesar 95% atau mencapai 10,52 juta penumpang. Sementara pada periode 18 Desember hingga 4 Januari 2026, jumlah total penumpang baru mencapai 9,5 juta orang.