Bisnis.com, JAKARTA — PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) melaporkan insiden tenggelamnya kapal kontainer Golden Star 1 yang dioperasikan oleh anak usahanya, Samudera Shipping Line Ltd., pada rute Singapura–Pasir Gudang, Malaysia.
Perseroan memastikan insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa dan tidak berdampak material terhadap operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, dikutip Senin (8/6/2026), insiden tersebut terjadi pada 5 Juni 2026 sekitar pukul 23.00 waktu Singapura. Kapal Golden Star 1 merupakan kapal carter yang dioperasikan oleh Samudera Shipping Line Ltd., entitas anak perseroan yang berbasis di Singapura.
Manajemen menjelaskan kapal tersebut dimiliki dan dikelola oleh pihak ketiga berdasarkan perjanjian carter dengan Samudera Shipping Line Ltd.
Perseroan saat ini berkoordinasi dengan pemilik kapal, otoritas maritim, perusahaan asuransi, serta pihak terkait lainnya untuk menangani insiden dan proses pemulihan muatan.
SMDR juga menyatakan seluruh awak kapal telah berhasil dievakuasi dengan selamat sehingga tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Perseroan menegaskan insiden tersebut tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.
Adapun, untuk menjaga kesinambungan layanan pelayaran pada rute Singapura–Pasir Gudang, Samudera Shipping Line Ltd. tengah menyiapkan kapal pengganti.
Sebelumnya, SMDR perseroan membuka rute baru melalui pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, menuju Singapura dan Penang, Malaysia guna memperkuat jaringan logistik dan pelayaran internasional di tengah prospek perdagangan global yang mulai membaik.
Manajemen SMDR menyampaikan bahwa pembukaan jalur baru tersebut merupakan langkah strategis perseroan untuk meningkatkan konektivitas logistik nasional sekaligus memperkuat akses perdagangan internasional.
Rute dengan jadwal pelayaran mingguan itu diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengiriman ekspor dan impor melalui akses langsung dari Kuala Tanjung menuju pusat perdagangan regional di Singapura dan Penang.
"Dengan jadwal mingguan, rute ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengiriman ekspor dan impor dengan akses langsung melalui Kuala Tanjung," ujar Manajemen dalam pernyataan tertulis, Rabu (27/5/2026).