#30 tag 24jam
Jejak Dekarbonisasi Triputra Agro (TAPG) di Tanah Borneo
PT Triputra Agro Persada (TAPG) mengimplementasikan dekarbonisasi di Kalimantan dengan mengubah limbah sawit menjadi energi terbarukan. [683] url asal
#dekarbonisasi-triputra-agro #energi-terbarukan-kalimantan #limbah-kelapa-sawit #pembangkit-listrik-biogas #biokokas-kalimantan-barat #palm-oil-mill-effluent #energi-listrik-sawit #gas-metana-biodigest
(Bisnis.Com - Terbaru) 12/12/25 09:23
v/70265/
Bisnis.com, SUKAMARA — PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) secara agresif menjalankan strategi dekarbonisasi melalui pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi energi baru terbarukan (EBT) di Pulau Kalimantan.
Langkah tersebut diwujudkan oleh entitas anak perseroan di Kalimantan Tengah melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dan lewat peresmian fasilitas produksi biokokas di Kalimantan Barat.
Salah satu anak usaha TAPG yakni PT Sukses Karya Mandiri (SKM) di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, telah mengoperasikan PLTBg berbasis limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) sejak 2023.
Dalam kunjungan Bisnis ke lokasi PLTBg, Rabu (10/12/2025), tangki biodigester yang berfungsi memproses material limbah organik dalam kondisi tanpa oksigen (anaerobik) ini berdiri megah di lahan seluas sekitar 60 hektare.
Di dalam tangki raksasa itulah, limbah cair sawit yang mencapai ratusan ton per hari diubah menjadi energi listrik. Fasilitas tersebut kemudian memasok kebutuhan listrik untuk kernel crushing plant(KCP) dan perumahan karyawan.
“Sekarang ini kami sudah menjalankan dan menghasilkan listrik itu di 2 megawatt, di mana untuk operasional KCP dan sebagiannya digunakan di domestik untuk perumahan dan lain-lain,” ucap Asisten Process Sukses Karya Mandiri, M. Raihan Saina Lubis, saat ditemui di lokasi PLTBg.
Sementara itu, Mill Manager Sukses Karya Mandiri Roganda Sitorus menjelaskan gas metana dihasilkan di biodigister melalui kerja bakteri, lalu disaring menggunakan scrubber untuk menghilangkan hidrogen sulfida sebelum dimanfaatkan sebagai bahan bakar gas engine pembangkit listrik.
Selain mencukupi operasional pabrik KCP berkapasitas 250 ton per hari, pengoperasian PLTBg juga memangkas konsumsi solar yang sebelumnya mencapai 50 liter per jam kini sepenuhnya tergantikan oleh gas kelolaan pabrik.
“Sudah tidak menggunakan solar lagi untuk operasional pabrik. Gas yang kami kelola mampu menghasilkan energi hingga 1.300 kW per jam,” kata Roganda.
Dari sisi dekarbonisasi, PLTBg yang dikelola KCM turut menekan potensi pelepasan sekitar 73.000 ton karbon ekuivalen per tahun. Hal ini secara langsung mendukung target carbon neutral company TAPG pada 2036.
FASILITAS BIOKOKAS
Selain PLTBg, emiten sawit milik TP Rachmat ini juga memperluas jejak energi terbarukan melalui peresmian fasilitas produksi biokokas yang dijalankan PT ATP Bio Indonesia, perusahaan joint venture (JV) antara TAPG dan Aisin Takaoka Co., Ltd. di Ambawang, Kalimantan Barat, pada Selasa (9/12/2025).
Berdasarkan catatan Bisnis, Manajemen TAPG menjelaskan bahwa biokokas berbasis cangkang sawit merupakan terobosan dari hasil riset dan pengembangan oleh Aisin Takaoka, sekaligus menjadi yang pertama di dunia.
Pengembangan biokokas tersebut merupakan teknologi baru dengan tujuan sebagai alternatif bahan bakar industri pengecoran baja (foundry) yang selama ini sangat bergantung pada batu bara kokas atau coking coal.
President Aisin Takaoka, Makoto Okuda, menjelaskan hasil pengembangan biokokas berbasis cangkang sawit dapat menggantikan sepenuhnya penggunaan batu bara kokas dalam industri tanpa mengurangi kualitas pembakaran.
Adapun pengembangan ini juga dilakukan untuk mengurangi emisi karbon dalam proses pengecoran baja yang kerap menjadi tantangan utama industri.
“Bersama Triputra Agro Persada, kami memiliki filosofi yang sama untuk mengembangkan energi hijau dalam mewujudkan karbon netral,” ujar Okuda.
Secara kinerja, TAPG tercatat membukukan laba bersih sebesar Rp2,68 triliun sepanjang periode Januari – September 2025. Capaian tersebut melonjak 65,67% year on year (YoY) dibandingkan Rp1,61 triliun pada kuartal III/2024.
Selain bottom line, pendapatan perseroan juga naik 31,48% YoY menjadi Rp8,2 triliun. Pendapatan ini bersumber dari produk kelapa sawit dan turunannya yang mencapai Rp8,19 triliun atau berkontribusi 99,87% dari total pendapatan.
Di sisi produksi, TAPG mencatat produksi tandan buah segar (TBS) inti sebanyak 2,27 juta ton dan TBS plasma 279.221 ton sepanjang kuartal III/2025. Adapun total TBS yang diproses oleh perseroan mencapai 3,04 juta ton.
Dari situ, produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) meningkat 10% YoY menjadi 708.029 ton sepanjang Januari-September 2025. Perseroan juga mencatat rata-rata harga jual (ASP) CPO tumbuh 10% secara tahunan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Megaproyek PLN SUTT 921 Km Penyangga IKN Kaltim-Kaltara Tersambung
PT PLN menyelesaikan proyek transmisi 921 km yang menghubungkan sistem listrik Kalimantan Timur dan Utara, mendukung IKN dengan energi bersih dan infrastruktur andal. [815] url asal
#listrik-kalimantan #proyek-sutet-kaltim #interkoneksi-kaltara #sistem-kelistrikan-ikn #transmisi-kalimantan #pln-kaltim-kaltara #energi-terbarukan-kalimantan #gardu-induk-kalimantan #teknologi-serat-o
(Bisnis.Com - Terbaru) 03/12/25 10:17
v/59024/
Bisnis.com, BERAU — PT PLN (Persero) resmi menyelesaikan megaproyek transmisi interkoneksi yang menyatukan sistem kelistrikan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Sebagai informasi, kedua wilayah merupakan area penyangga ibu kota negara (IKN) Nusantara yang akan dioperasikan pada 2028.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) Basuki Widodo menyatakan proyek infrastruktur raksasa sepanjang 921,71 kilometer sirkuit dengan 1.279 menara transmisi ini bukan sekadar menghubungkan kabel, melainkan membangun fondasi pasokan listrik andal yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat di kedua provinsi.
"Upaya ini adalah wujud nyata janji kami, yaitu listrik untuk rakyat harus terjamin. Dengan menyatunya sistem Kaltim-Kaltara, kami menciptakan layanan yang kokoh, siap melayani lonjakan kebutuhan rumah tangga dan industri, serta menjadi penopang utama menuju masa depan Kalimantan yang lebih terang," ujarnya di hadapan awak media, Selasa (2/12/2025).
Dia menambahkan, interkoneksi strategis ini membentang melewati empat kabupaten, yaitu Kutai Timur, Berau, Bulungan, dan Tana Tidung yang kini merasakan peningkatan signifikan dalam kualitas suplai energi.
Lebih jauh, proyek ini menjadi tulang punggung infrastruktur dalam menyongsong transisi energi bersih, terutama untuk mengintegrasikan pembangkit listrik tenaga air seperti PLTA Kayan dan PLTA Ujong Bilah ke dalam sistem kelistrikan regional. Menurutnya, kesuksesan proyek ini tidak lepas dari penerapan tata kelola yang ketat dan terstruktur.
Sebagaimana diketahui, PT PLN UIP KLT, selaku penanggung jawab penuh, menjalankan seluruh tahapan mulai dari inisiasi, perencanaan, perizinan, pembebasan lahan, konstruksi, pengujian, hingga serah terima kepada unit operasional.
Dalam prosesnya, Manager Unit Pelaksana Proyek (MUPP) memainkan peran krusial dalam pengawasan kinerja kontraktor dan penanganan pembukaan lahan sesuai prosedur baku.
Selain itu, PLN menerapkan Prosedur Identifikasi dan Mapping Stakeholder secara sistematis untuk mengidentifikasi semua pihak yang berpotensi memengaruhi atau terpengaruh proyek. Prosedur ini mencakup klasifikasi stakeholder berdasarkan tiga atribut kunci, Kekuatan (Power), Kepentingan (Interest), dan Keabsahan (Legitimacy).
Mulai dari masyarakat terdampak yang lahannya digunakan, kelompok rentan seperti lansia dan masyarakat adat, hingga instansi pemerintah terkait semuanya dipetakan untuk menetapkan strategi komunikasi yang akuntabel.
Basuki mengungkapkan tahapan pekerjaan dilakukan secara bertahap dan terukur, seperti perencanaan, penyiapan lahan dan Right of Way (ROW), pembangunan pondasi, erection (pendirian menara), stringing (penarikan kabel), pengujian teknis, hingga energize atau pemberian tegangan perdana.
Proses penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO) pun dilakukan dengan standar ketat untuk memastikan seluruh peralatan berfungsi optimal dan aman sebelum diserahterimakan kepada unit pengusahaan.
Secara operasional, Basuki menyebutkan proyek ini dilengkapi lima gardu induk baru di Maloy, Talisayan, Berau, Tanjung Selor, dan Tidang Pale yang berfungsi sebagai titik pengatur daya.
Kelima fasilitas ini memungkinkan pengelolaan distribusi listrik secara lebih presisi dan efisien. Selain itu, sistem transmisi ini juga dibekali teknologi pengawasan berbasis kabel serat optik dan sistem kendali digital yang telah disiapkan untuk integrasi jaringan 5G.
Inovasi teknologi tersebut memungkinkan PLN merespons gangguan secara real-time dan meminimalkan waktu pemadaman. Menurutnya, proyek interkoneksi ini menandai babak baru dalam peta kelistrikan Kalimantan.
"Energi untuk rakyat yang selama ini digaungkan kini menemukan wujud konkretnya dalam bentuk sistem kelistrikan yang lebih tangguh, merata, dan responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat," sebutnya.
Adapun, dia menuturkan interkoneksi ini diharapkan menjadi katalis bagi pengembangan ekonomi lokal, mendorong investasi, serta mempercepat transformasi menuju energi terbarukan sebuah langkah strategis dalam mewujudkan Kalimantan yang mandiri energi dan berkelanjutan.
Listrik IKN
Sementara itu, kawasan inti IKN dalam rancangannya akan dipasok oleh energi hijau. Dikutip dari laman Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), lembaga pengelola kawasan itu telah menjalin sinergi dengan PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra) guna memastikan ketersediaan jaringan listrik yang andal di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Kerja sama ini diharapkan mempercepat pembangunan sekaligus mendukung target IKN sebagai kota hutan cerdas dengan energi nol emisi bersih pada 2045.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan pentingnya percepatan penyediaan infrastruktur energi dalam pertemuannya dengan General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli. Menurut dia, kebutuhan listrik harus dipenuhi seiring berlangsungnya pembangunan infrastruktur dasar di kawasan inti.
“Saya kira ini waktu yang tepat untuk sharing soal sinergi kita. Saat ini kita sedang membangun jalan di 1A dan 1C, saya kira supaya bisa mempercepat pembangunan, daerah yang belum ada jaringan listrik, kita bisa mulai dari sana,” ujar Basuki beberapa waktu lalu (25/8/2025).
Selain membahas percepatan pembangunan jaringan listrik, pertemuan tersebut juga menekankan perlunya koordinasi strategis antara Otorita IKN dan PLN terkait pemenuhan kebutuhan energi, termasuk transisi menuju energi baru terbarukan.
General Manager PLN UID Kaltimra Muchamad Chaliq Fadli menyampaikan komitmen perusahaan untuk mendukung penuh kebutuhan energi Nusantara. Hal ini, menurut dia, selaras dengan arahan PLN pusat mengenai penyediaan energi yang lebih bersih.
“Kami diminta PT PLN pusat untuk bersinergi dengan Otorita IKN, menyikapi kebutuhan pengembangan energi baru terbarukan di IKN. Disampaikan bahwa agar PLN berkoordinasi, memastikan kebutuhan listrik di IKN terpenuhi, misinya adalah seratus persen energi nol bersih di 2045,” kata Chaliq.
Sinergi ini diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan fisik di KIPP, tetapi juga menjadi momentum penting dalam penyediaan infrastruktur energi yang andal dan ramah lingkungan. Upaya tersebut menjadi bagian dari percepatan pembangunan Nusantara sebagai kota dunia untuk semua.
Megaproyek PLN SUTT 921 Km Satukan Sistem Listrik Penyangga IKN Kaltim-Kaltara
PT PLN menyelesaikan proyek transmisi 921 km yang menghubungkan sistem listrik Kalimantan Timur dan Utara, mendukung IKN dengan energi bersih dan infrastruktur andal. [815] url asal
#listrik-kalimantan #proyek-sutet-kaltim #interkoneksi-kaltara #sistem-kelistrikan-ikn #transmisi-kalimantan #pln-kaltim-kaltara #energi-terbarukan-kalimantan #gardu-induk-kalimantan #teknologi-serat-o
(Bisnis.Com - Terbaru) 03/12/25 10:17
v/58976/
Bisnis.com, BERAU — PT PLN (Persero) resmi menyelesaikan megaproyek transmisi interkoneksi yang menyatukan sistem kelistrikan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Sebagai informasi, kedua wilayah merupakan area penyangga ibu kota negara (IKN) Nusantara yang akan dioperasikan pada 2028.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) Basuki Widodo menyatakan proyek infrastruktur raksasa sepanjang 921,71 kilometer sirkuit dengan 1.279 menara transmisi ini bukan sekadar menghubungkan kabel, melainkan membangun fondasi pasokan listrik andal yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat di kedua provinsi.
"Upaya ini adalah wujud nyata janji kami, yaitu listrik untuk rakyat harus terjamin. Dengan menyatunya sistem Kaltim-Kaltara, kami menciptakan layanan yang kokoh, siap melayani lonjakan kebutuhan rumah tangga dan industri, serta menjadi penopang utama menuju masa depan Kalimantan yang lebih terang," ujarnya di hadapan awak media, Selasa (2/12/2025).
Dia menambahkan, interkoneksi strategis ini membentang melewati empat kabupaten, yaitu Kutai Timur, Berau, Bulungan, dan Tana Tidung yang kini merasakan peningkatan signifikan dalam kualitas suplai energi.
Lebih jauh, proyek ini menjadi tulang punggung infrastruktur dalam menyongsong transisi energi bersih, terutama untuk mengintegrasikan pembangkit listrik tenaga air seperti PLTA Kayan dan PLTA Ujong Bilah ke dalam sistem kelistrikan regional. Menurutnya, kesuksesan proyek ini tidak lepas dari penerapan tata kelola yang ketat dan terstruktur.
Sebagaimana diketahui, PT PLN UIP KLT, selaku penanggung jawab penuh, menjalankan seluruh tahapan mulai dari inisiasi, perencanaan, perizinan, pembebasan lahan, konstruksi, pengujian, hingga serah terima kepada unit operasional.
Dalam prosesnya, Manager Unit Pelaksana Proyek (MUPP) memainkan peran krusial dalam pengawasan kinerja kontraktor dan penanganan pembukaan lahan sesuai prosedur baku.
Selain itu, PLN menerapkan Prosedur Identifikasi dan Mapping Stakeholder secara sistematis untuk mengidentifikasi semua pihak yang berpotensi memengaruhi atau terpengaruh proyek. Prosedur ini mencakup klasifikasi stakeholder berdasarkan tiga atribut kunci, Kekuatan (Power), Kepentingan (Interest), dan Keabsahan (Legitimacy).
Mulai dari masyarakat terdampak yang lahannya digunakan, kelompok rentan seperti lansia dan masyarakat adat, hingga instansi pemerintah terkait semuanya dipetakan untuk menetapkan strategi komunikasi yang akuntabel.
Basuki mengungkapkan tahapan pekerjaan dilakukan secara bertahap dan terukur, seperti perencanaan, penyiapan lahan dan Right of Way (ROW), pembangunan pondasi, erection (pendirian menara), stringing (penarikan kabel), pengujian teknis, hingga energize atau pemberian tegangan perdana.
Proses penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO) pun dilakukan dengan standar ketat untuk memastikan seluruh peralatan berfungsi optimal dan aman sebelum diserahterimakan kepada unit pengusahaan.
Secara operasional, Basuki menyebutkan proyek ini dilengkapi lima gardu induk baru di Maloy, Talisayan, Berau, Tanjung Selor, dan Tidang Pale yang berfungsi sebagai titik pengatur daya.
Kelima fasilitas ini memungkinkan pengelolaan distribusi listrik secara lebih presisi dan efisien. Selain itu, sistem transmisi ini juga dibekali teknologi pengawasan berbasis kabel serat optik dan sistem kendali digital yang telah disiapkan untuk integrasi jaringan 5G.
Inovasi teknologi tersebut memungkinkan PLN merespons gangguan secara real-time dan meminimalkan waktu pemadaman. Menurutnya, proyek interkoneksi ini menandai babak baru dalam peta kelistrikan Kalimantan.
"Energi untuk rakyat yang selama ini digaungkan kini menemukan wujud konkretnya dalam bentuk sistem kelistrikan yang lebih tangguh, merata, dan responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat," sebutnya.
Adapun, dia menuturkan interkoneksi ini diharapkan menjadi katalis bagi pengembangan ekonomi lokal, mendorong investasi, serta mempercepat transformasi menuju energi terbarukan sebuah langkah strategis dalam mewujudkan Kalimantan yang mandiri energi dan berkelanjutan.
Listrik IKN
Sementara itu, kawasan inti IKN dalam rancangannya akan dipasok oleh energi hijau. Dikutip dari laman Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), lembaga pengelola kawasan itu telah menjalin sinergi dengan PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra) guna memastikan ketersediaan jaringan listrik yang andal di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Kerja sama ini diharapkan mempercepat pembangunan sekaligus mendukung target IKN sebagai kota hutan cerdas dengan energi nol emisi bersih pada 2045.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan pentingnya percepatan penyediaan infrastruktur energi dalam pertemuannya dengan General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli. Menurut dia, kebutuhan listrik harus dipenuhi seiring berlangsungnya pembangunan infrastruktur dasar di kawasan inti.
“Saya kira ini waktu yang tepat untuk sharing soal sinergi kita. Saat ini kita sedang membangun jalan di 1A dan 1C, saya kira supaya bisa mempercepat pembangunan, daerah yang belum ada jaringan listrik, kita bisa mulai dari sana,” ujar Basuki beberapa waktu lalu (25/8/2025).
Selain membahas percepatan pembangunan jaringan listrik, pertemuan tersebut juga menekankan perlunya koordinasi strategis antara Otorita IKN dan PLN terkait pemenuhan kebutuhan energi, termasuk transisi menuju energi baru terbarukan.
General Manager PLN UID Kaltimra Muchamad Chaliq Fadli menyampaikan komitmen perusahaan untuk mendukung penuh kebutuhan energi Nusantara. Hal ini, menurut dia, selaras dengan arahan PLN pusat mengenai penyediaan energi yang lebih bersih.
“Kami diminta PT PLN pusat untuk bersinergi dengan Otorita IKN, menyikapi kebutuhan pengembangan energi baru terbarukan di IKN. Disampaikan bahwa agar PLN berkoordinasi, memastikan kebutuhan listrik di IKN terpenuhi, misinya adalah seratus persen energi nol bersih di 2045,” kata Chaliq.
Sinergi ini diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan fisik di KIPP, tetapi juga menjadi momentum penting dalam penyediaan infrastruktur energi yang andal dan ramah lingkungan. Upaya tersebut menjadi bagian dari percepatan pembangunan Nusantara sebagai kota dunia untuk semua.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56