Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengocok ulang konstituen indeks LQ45 untuk periode November 2025 hingga 30 Januari 2026. Sebanyak lima saham keluar dan masuk indeks saham-saham paling likuid itu.
Berdasarkan pengumuman BEI, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK), PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) masuk menjadi penghuni baru indeks LQ45.
Lebih terperinci, bobot saham konstituen baru itu dalam indeks LQ45 tercatat sebesar 0,73% untuk saham BUMI, 8,04% untuk DSSA, 1,0% untuk EMTK, 0,57% untuk HEAL, dan 0,43% untuk NCKL.
Lima saham itu menggantikan saham PT Bank Jago Tbk. (ARTO), PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS), PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA), dan PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) yang keluar dari indeks LQ45 untuk periode efektif 3 bulan ke depan.
Setelah evaluasi mayor tersebut, saham dengan bobot terbesar dalam indeks LQ45 ditempati oleh saham BBCA sebesar 15%, BBRI 13,52%, dan DSSA 8,04%.
Selain LQ45, BEI juga merombak konstituen indeks IDX30 dengan dua anggota baru, yaitu PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO). Dua saham itu menggantikan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) dan PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) yang keluar dari indeks IDX30 untuk periode efektif 3 November 2025 hingga 30 Januari 2026.
Perubahan Indeks LQ45 dan IDX30 periode 3 November 2025-30 Januari 2026:
LQ45
Masuk: BUMI, DSSA, EMTK, HEAL, NCKL
Keluar: ARTO, BRIS, JSMR, MAPA, SMRA
IDX30
Masuk: AADI, PGEO
Keluar: AKRA, EXCL
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.