Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu masalah yang sudah pasti akan dihadapi oleh manusia saat menuju dewasa kelak adalah keuangan.
Untuk menghadapi hal tersebut perlu adanya kecakapan dalam hidup yakni kemampuan untuk menata dan mengelola keuangan pribadi yang dimiliki.
Oleh karenanya, literasi finansial perlu diajarkan dan diketahui tidak hanya bagi orang dewasa. Kecakapan dalam hal tersebut sebenarnya perlu dilatih sejak usia dini.
Literasi finansial sejak usia dini dapat membantu anak Anda agar tidak kaget saat menghadapi situasi mendesak ketika menginjak masa remaja atau saat dewasa kelak.
Selain itu, literasi finansial dalam mengelola keuangan yang baik juga dapat melatih anak Anda menjadi lebih bijak dalam bertindak. Pasalnya, setiap uang yang bergerak dari diri kita pribadi terpengaruh oleh tindakan yang kita lakukan, seperti investasi, berbelanja, dan lain-lain.
Oleh karenanya, berikut Bisnis rangkum untuk Anda beberapa hal yang perlu diajarkan ke anak Anda terkait literasi keuangan.
1. Ajarkan konsep budgeting melalui uang saku anak Anda
Anda tentunya menyisihkan sebagian pendapatan untuk memberikan uang saku ke buah hati Anda setiap harinya. Dengan uang saku yang kita berikan, Anda bisa mengajarkan konsep perencanaan keuangan atau budgeting kepada anak.
Konsep budgeting yang dapat dilakukan seperti perencanaan keuangan dalam penggunaan berdasarkan kurun waktu. Anda bisa memberi jatah uang saku dengan jeda waktu setiap minggu, dua minggu sekali, atau bahkan satu bulan sekali.
Dengan memberi jatah uang saku sesuai jeda waktu yang ditetapkan, anak dapat belajar terkait risiko dalam mengeluarkan uang.
Dalam momen tersebut, sebagai orang tua Anda bisa mulai mengajarkan tentang konsep pemasukan dan pengeluaran dalam bentuk pos seperti makan, transportasi, uang sekolah, dan uang menabung.
2. Perlihatkan proses transaksi jual beli saat berbelanja sebagai media untuk belajar
Jika sedang berbelanja, Anda bisa mengajarkan anak untuk memahami proses jual beli atau kewajiban bertransaksi.
Anak dapat mempelajari bagaimana proses transaksi berlangsung dengan melihat perhitungan uang yang dibayar dan kembalian yang akan diterima.
Pembiasaan ini jika dilakukan secara konsisten mampu membuat anak Anda menjadi lebih mandiri dalam bertransaksi dan menghindari kesalahpahaman atau penipuan kelak.
3. Ajarkan untuk saling peduli dan berbagi terhadap sesama
Langkah ini menjadi salah satu hal terpenting yang perlu diajarkan ke anak Anda. Belajar tentang keuangan tidak hanya soal mengelola dan menyimpannya saja, anak-anak perlu paham bahwa uang dan harta yang mereka miliki juga perlu dibagikan kepada orang yang membutuhkan.
Langkah tersebut dapat melatih anak menumbuhkan rasa empati dan jiwa sosial melalui kebiasaan berbagi, sehingga mereka menjadi lebih bijak dalam mengelola keuangan ke depannya.
4. Membiasakan anak untuk menabung dengan menyisihkan uang
Hal ini menjadi yang paling wajib diajarkan ke anak Anda dalam mengelola keuangan. Kebiasaan menabung dapat melatih anak Anda tidak boros dalam penggunaan uang.
Selain itu, dengan menabung anak Anda akan memahami bagaimana cara menggunakan uang untuk membeli barang impian yang belum mereka capai, sehingga mereka akan lebih menghargai proses dan waktu.
5. Mengenalkan rencana keuangan sederhana
Anda bisa mengajarkan anak konsep rencana keuangan dengan target yang sederhana. Jika sudah berhasil dalam budgeting, langkah ini bisa dilakukan agar literasi finansial anak Anda lebih matang di seusianya.
Anda bisa mengajak anak Anda membuat target sederhana misalnya sebuah mainan atau barang impian yang ingin dibeli. Mereka bisa belajar menabung atau mencari cuan tambahan agar tujuannya bisa tercapai.