Bisnis.com, JAKARTA — PT Elnusa Tbk. (ELSA) merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sepanjang 2025 senilai Rp566 miliar.
Direktur Keuangan Elnusa Nelwin Aldriansyah mengatakan dari target Rp594 miliar, perseroan merealisasikan Rp566 miliar atau setara dengan 95%. Hal itu sejalan dengan komitmen kuat terhadap modernisasi teknologi, peningkatan keandalan aset, serta efisiensi operasional untuk menangkap peluang pertumbuhan industri energi nasional.
Dia melanjutkan investasi capex perseroan dilakukan secara selektif untuk mendukung peningkatan kapasitas layanan serta memperkuat daya saing di industri jasa energi.
“Penguatan aset dan teknologi menjadi salah satu prioritas strategis Elnusa untuk menjaga keandalan layanan sekaligus membuka peluang kontrak baru,” ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya dengan fondasi aset yang semakin kuat dan pengelolaan keuangan yang sehat, kami optimistis Elnusa berada pada posisi yang semakin baik untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan industri energi,” ujar Nelwin.
Sepanjang 2025, capex Elnusa dialokasikan untuk memperkuat kapabilitas di berbagai segmen bisnis.
Pada segmen Jasa Hulu Migas Terintegrasi, investasi difokuskan pada pengadaan Coiled Tubing Units, Cementing Units, serta Seismic Nodes guna meningkatkan kapasitas layanan well intervention dan survei seismik.
Di segmen Penjualan Barang & Jasa Distribusi & Logistik Energi, Elnusa menambah armada mobil tangki BBM untuk memperkuat jaringan distribusi energi nasional.
Sementara itu pada segmen Jasa Penunjang Migas, ELSA melakukan penguatan armada maritim termasuk hopper barge dan docking barges, serta pengembangan fasilitas workshop dan warehouse di Batam guna meningkatkan kesiapan operasional.
Penguatan infrastruktur pendukung juga dilakukan melalui pengembangan warehouse Duri, peningkatan fasilitas firefighting di WHS BSD, serta penguatan sistem komunikasi operasional.
Portofolio bisnis Elnusa tetap menunjukkan ketahanan dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen Penjualan Barang & Jasa Distribusi & Logistik Energi sebesar 60%, diikuti segmen Jasa Hulu Migas Terintegrasi sebesar 28%, serta Jasa Penunjang Migas sebesar 12%.
Langkah investasi tersebut sejalan dengan kinerja fundamental perseroan yang tetap solid sepanjang tahun buku 2025. Elnusa mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp14,5 triliun atau tumbuh 8% secara tahunan, EBITDA Rp1,5 triliun, serta laba bersih Rp718 miliar dengan arus kas operasi mencapai Rp1,7 triliun. Kinerja ini mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga profitabilitas sekaligus memperkuat kapasitas ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
Dari sisi neraca, Elnusa mencatat total aset sebesar Rp10,9 triliun dan ekuitas Rp5,3 triliun dengan net profit margin terjaga di level 5%.
“Ke depan, Elnusa akan terus menjalankan strategi investasi yang disiplin dan selektif dengan fokus pada penguatan teknologi, optimalisasi aset, serta peningkatan efisiensi operasional,” imbuhnya.