Bisnis.com, JAKARTA — Raksasa perangkat lunak global, SAP SE, menggelontorkan dana hingga €100 juta atau Rp2 triliun untuk mendorong program bagi pelanggan dan mitran guna mempercepat perjalanan organisasi menuju Autonomous Enterprise.
Selain itu, perusahaan juga mendorong integrasi SAP Business AI Platform dan SAP Autonomous Suite untuk meningkatkan efisiensi proses bisnis paling kritikal agar lebih strategis dan aman.
Fokus utama dari inisiatif ini adalah memastikan akurasi data dan kepatuhan regulasi dalam setiap pengambilan keputusan otomatis di tingkat perusahaan.
CEO SAP SE Christian Klein menjelaskan proses yang benar dalam menjalankan bisnis merupakan sesuatu yang sangat krusial. Hasil yang sekadar mendekati benar tidaklah cukup. Perusahaan dapat menanamkan AI agents langsung ke dalam proses bisnis, data, dan tata kelola perusahaan guna menghadirkan hasil yang akurat serta membuka potensi pendapatan baru bagi organisasi.
Guna mempercepat adopsi teknologi ini, SAP meluncurkan dana sebesar €100 juta yang diperuntukkan bagi para mitra.
Dana tersebut dialokasikan untuk membantu pelanggan menerapkan asisten dan agen AI yang dibangun oleh SAP. Selain itu, investasi ini tersedia bagi mitra yang ingin memperluas atau membangun agen baru di atas SAP Business AI Platform menggunakan Joule Studio.
Langkah ini didukung dengan peningkatan penawaran pada solusi RISE with SAP dan SAP GROW.
"Kedua solusi tersebut kini mencakup akses ke portofolio Joule Assistants. Pelanggan RISE with SAP akan memiliki tiga assistants yang aktif dalam tahun pertama, sementara pelanggan SAP GROW mendapatkan akses penuh ke seluruh portofolio sejak proses onboarding," ujar Klein, dikutip Rabu (13/5/2026).
Bagi organisasi yang masih menggunakan sistem on-premises atau ERP pusat, tambah Klien, SAP menyediakan jalur transformasi khusus. Pelanggan yang berkomitmen memindahkan sistem ke SAP Cloud ERP akan memperoleh akses ke skenario AI tertentu.
Selain itu, SAP juga mendorong alat transformasi berbasis agen AI yang diklaim mampu mengurangi beban kerja migrasi ERP hingga lebih dari 35% melalui otomatisasi analisis sistem dan remediasi kode.
Di sisi operasional, SAP menilai industri butuh asisten penutupan keuangan otonom yang mampu mempersingkat proses penutupan buku dari hitungan minggu menjadi hanya beberapa hari.
SAP nmenilai AI akan mengelola alur kerja, data, dan agen secara proaktif, bahkan ketika pengguna tidak sedang mengarahkan proses tersebut secara aktif.
Dengan kebijakan investasi dan pengembangan ekosistem ini, SAP berupaya menjembatani kesenjangan antara sistem tradisional dengan masa depan bisnis yang sepenuhnya terotomatisasi dan berbasis data.