Bisnis.com, JAKARTA — Overburden removal atau pengupasan lapisan tanah menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan emiten-emiten tambang seperti PT United Tractors Tbk. (UNTR), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), hingga emiten portofolio Low Tuck Kwong PT Samindo Resources Tbk. (MYOH). Lalu, apakah itu overburden removal?
Melansir laman UTConnect United Tractors pada Rabu (31/12/2025), overburden removal merupakan tahapan penting dalam kegiatan penambangan yang bertujuan untuk mengangkat lapisan tanah. Hal ini dilakukan agar lapisan bahan galian di bawahnya dapat diakses dan dieksploitasi.
Pengupasan lapisan tanah ini merupakan kegiatan yang harus dikerjakan pada pertambangan, terutama pada kegiatan penambangan yang menggunakan sistem tambang terbuka.
Pengupasan ini tidak hanya dilakukan untuk membuka akses terhadap cadangan mineral, tetapi juga untuk menjaga efisiensi operasional, serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.
Sementara itu, melansir laman Samindo Resources, kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup akan ditentukan oleh rencana target produksi. Semakin baik rancangan pada pengupasan lapisan tanah penutup, maka rencana target produksi semakin baik.
Untuk melakukan kegiatan ini, diperlukan metode dan alat yang mendukung pengupasan lapisan tanah penutup.
Apabila material tanah penutup merupakan material lunak (soft rock) maka tanah penutup tersebut akan dilakukan penggalian bebas. Namun apabila materialnya merupakan material kuat, maka pembongkaran dengan peledakan (blasting) perlu dilakukan terlebih dahulu, baru kemudian dilakukan kegiatan penggalian.
Pengelolaan overburden ini bukan sekadar proses memindahkan tanah dan batuan yang menutupi bahan tambang. Pengelolaan ini merupakan bagian dari strategi penting yang mendukung kelancaran dan efisiensi operasi tambang secara keseluruhan.
Menghitung overburden removal dilakukan dimulai dari mengukur ketebalan lapisan overburden, menghitung volumenya, hingga mengonversi volume tersebut menjadi estimasi berat.
Pengelolaan overburden yang baik dapat meningkatkan efisiensi biaya operasional, mengurangi dampak terhadap lingkungan, dan mendukung optimalisasi pemulihan sumber daya.
Adapun perencanaan yang matang serta penerapan teknologi yang tepat dalam pengelolaan overburden removal tidak hanya membantu mengoptimalkan hasil tambang, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan efisiensi biaya operasional.