Berita pilihan Bisnis Indonesia Premium mulai dari emiten sawit hadapi isu legalitas lahan hingga DSSA & WIFI raih peluang baru usai lelang frekuensi 1,4 GHz. [330] url asal
Bisnis.com, JAKARTA – Berita pilihan Bisnis Indonesia Premium edisi Kamis (16/10/2025) mulai dari emiten sawit tersandung legalitas lahan hingga peluang DSSA dan WIFI usai mengikuti lelang frekuensi 1,4 GHz.
Chengdong Investment Corporation sebagai salah satu pengendali terbesar di PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) terpantau terus melakukan aksi penjualan saham emiten tambang batu bara Grup Bakrie itu.
Dalam catatan Bisnis, Chengdong melego 2,53 miliar saham BUMI secara bertahap sejak Desember 2024 hingga Juni 2025. Transaksi itu dilakukan dengan kisaran harga beragam mulai dari Rp108 hingga Rp143 per lembar.
BUMN pertambangan PT Timah Tbk. (TINS) bersiap memoles kinerja keuangan akibat suntikan tenaga dari aset tambahan di kasus pertambangan ilegal yang diserahkan oleh Kejaksaan Agung.
Di tengah suspensi perdagangan sahamnya, manajemen menjelaskan bahwa peralihan aset tambang ilegal bakal membawa dampak positif bagi perusahaan.
Emiten otomotif, PT Astra International Tbk. (ASII) berpotensi memperluas ruang pertumbuhan seiring dengan munculnya tanda-tanda awal stabilitas di pasar otomotif.
Data industri terbaru menunjukkan adanya rebound pada volume wholesales kendaraan roda empat (4W) pada kuartal III/2025, dengan Astra mempertahankan pangsa pasar dominan sekitar 52%.
Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) merespons berbeda usai lelang frekuensi 1,4 GHz diumumkan. Bagaimana dengan peluang berikutnya?
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengumumkan pemenang lelang harga pita frekuensi 1,4 GHz. PT Telemedia Komunikasi Pratam, anak usaha WIFI, mendapat regional I. Sementara itu, PT Eka Mas Republik, anak usaha DSSA mendapat regional II dan III.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56